LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai pasang kuda-kuda merespons meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah, menyusul potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Fokus utama kini tertuju pada nasib ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram yang tengah mengadu nasib di wilayah tersebut.
Plt Kepala Disnaker Kota Mataram Miftahurrahman mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah memperkuat koordinasi lintas sektoral untuk memastikan keamanan warga Mataram di tengah ancaman perang.
Pemkot Mataram tidak ingin kecolongan jika situasi memburuk secara tiba-tiba.
“Nanti kita koordinasikan dulu dengan pemerintah provinsi. Upaya pemerintah kota saat ini adalah terus berkoordinasi secara intensif dengan BP3MI NTB terkait pembaruan informasi PMI kita di Timur Tengah,” kata Miftahurrahman.
Baca Juga: Rudal Hantam Wilayah Dekat Permukiman WNI di Dubai, PMI Resah
Berdasarkan data terbaru dari dashboard penempatan BP2MI, tercatat ada 238 warga Kota Mataram yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Rinciannya, mayoritas berada di Arab Saudi sebanyak 199 orang, Uni Emirat Arab (UEA) 33 orang, Kuwait 4 orang, dan Bahrain 2 orang.
Meski situasi di kawasan tersebut dilaporkan menegang, Miftahurrahman menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga Mataram yang menjadi korban atau terdampak langsung secara fisik.
“Belum ada informasi kondisi terkini (yang mengkhawatirkan) mengenai PMI kita. Namun, pemantauan terus dilakukan,” imbuhnya.
Langkah antisipasi ini sejalan dengan imbauan resmi yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh melalui surat nomor 016/PSOSBUD/II/2026/RYD.
Dalam imbauan tersebut, KBRI meminta seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing.
KBRI juga menekankan agar para WNI segera melakukan lapor diri melalui laman resmi Peduli WNI dan bergabung dalam grup WhatsApp paguyuban guna memudahkan koordinasi darurat. Selain itu, warga diminta menyiapkan dokumen penting seperti paspor dan iqama baik dalam bentuk fisik maupun digital agar mudah diakses sewaktu-waktu.
“Kami meminta keluarga PMI di Mataram untuk tetap tenang dan segera melapor jika kehilangan kontak dengan anggota keluarganya di sana,” tambahnya.
Pemkot Mataram juga mengimbau warga yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah terdampak eskalasi untuk menunda keberangkatan jika tidak mendesak. Bagi yang sudah memiliki tiket penerbangan, disarankan segera menghubungi pihak maskapai untuk memastikan status jadwal terbang.
Untuk keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor WhatsApp +966 569173990. Pemkot Mataram berkomitmen untuk terus mengikuti arahan dari otoritas pusat dan provinsi guna menentukan langkah evakuasi jika nantinya diperlukan.
Editor : Akbar Sirinawa