LombokPost - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram memastikan hanya mengerjakan satu titik proyek perbaikan jalan pada tahun anggaran 2026 ini. Fokus perbaikan diarahkan ke kawasan perumahan elite di Lingkungan Geguntur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela.
“Itu saja yang tender, untuk lain-lain di tahun ini tidak ada,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning.
Lale menyebutkan, proyek dengan alokasi anggaran kisaran Rp 1 miliar. Pilihan untuk memprioritaskan kawasan di depan kantor DPRD Kota Mataram tersebut bukan tanpa alasan. Lale menjelaskan, sebagian besar ruas jalan rusak di wilayah lain telah rampung dikerjakan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Lokasinya di kompleks elite depan kantor DPRD. Anggarannya kita siapkan sekitar Rp 1 miliar dari APBD 2026,” ujarnya.
Baca Juga: PUPR Mataram Batasi Izin Reklame, Kota Dinilai Sudah Terlalu Padat
Lale menyebutkan, proyek ini merupakan kelanjutan dari penanganan infrastruktur di wilayah Jempong Baru. Jika pada tahun sebelumnya pemerintah fokus pada jalan utama atau koridor utama kawasan tersebut, maka tahun ini pengerjaan mulai menyasar masuk ke gang-gang pemukiman.
Mengingat anggaran yang terbatas hanya di satu titik, volume pengerjaan pun diprediksi tidak terlalu panjang. Lale memperkirakan panjang jalan yang akan diaspal ulang berkisar pada angka 200 meter.
“Mungkin satu ruas saja yang diperbaiki, sekitar satu gang lah. Karena jalan utamanya sudah tuntas tahun kemarin. Sekarang tinggal ruas-ruas yang masuk ke gang-gangnya,” imbuhnya.
Meski panjangnya tergolong pendek dibandingkan proyek di wilayah Kekalik yang mencapai angka sekitar Rp 3 miliar. Karakteristik jalan di Lingkungan Geguntur ini memiliki spesifikasi yang cukup lebar untuk ukuran jalan lingkungan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pembagian volume aspal.
Baca Juga: Pembangunan RSUD Tipe D di Kecamatan Bayan Dapat Lampu Hijau Pemerintah Pusat
“Lebar jalannya itu sekitar 4,5 meter. Jadi dengan anggaran Rp 1 miliar itu, kami upayakan bisa mendapatkan panjang yang maksimal. Saat ini kami belum melakukan survei detail untuk panjang pastinya, tapi estimasi awal ya sekitar 200 meter itu,” jelasnya.
Saat ini, proyek tersebut tengah memasuki tahapan tender. Lale menegaskan untuk tahun 2026, tidak ada proyek perbaikan jalan lingkungan lain selain di Geguntur. Beberapa titik yang sebelumnya sempat menjadi sorotan warga, seperti Jalan Swadaya, Jalan Beo, Jalan Bebidas, hingga kawasan Asrama Brimob, diklaim sudah tuntas tertangani.
“Tahun ini memang tidak ada yang lain, hanya itu saja yang masuk proses tender. Kami fokus menyelesaikan sisa-sisa ruas di sana agar kawasan tersebut benar-benar mantap infrastrukturnya," tegasnya.
Wilayah Sekarbela, khususnya Jempong Baru, memang menjadi salah satu kawasan yang pertumbuhan pemukimannya sangat pesat, sehingga beban jalan terus meningkat. Jika berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik pengaspalan diprediksi akan mulai dilakukan dalam waktu dekat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Butuh Rp 400 Juta untuk Kolam Retensi, Solusi Genangan di Jalan Lingkar Selatan
“Yang jelas, ini murni dari APBD murni tahun ini," pungkasnya.
PUPR memprioritaskan pemeliharaan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan mobilitas warga, mengingat cuaca ekstrem yang sering melanda memicu potensi kerusakan infrastruktur. Untuk perbaikan jalan difokuskan pada titik-titik rawan lubang di pusat kota dan jalan lingkungan.
“Karena itu, perlu dilakukan perbaikan jalan dan drainase secara terintegrasi,” katanya. (chi)
Editor : Marthadi