alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pantai Sepi, PKL Mengeluh

MATARAM-Cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram dan sekitarnya tidak hanya membuat bangunan rusak dan pohon tumbang. Namun juga membuat pantai Boom Ampenan sepi pengunjung.

Tempat wisata ini kemarin pagi terlihat sepi. Tidak ada satu pun pengunjung yang datang melihat keindahan alam atau sekadar menikmati kuliner di pantai ini. Hanya beberapa pedagang yang terlihat duduk manis di depan dagangannya menunggu pembeli.

Di sisi lain salah seorang pedagang terlihat sibuk memasang atap lapak yang diterjang angin kencang belum beberapa waktu lalu.

Mala, salah seorang pedagang di pantai Boom Ampenan terpaksa buka tutup karena sepinya pengunjung belakangan ini. Sepinya pengunjung di salah satu tempat wisata di Kota Mataram terjadi sebelum tahun baru. “Malam tahun baru sampai jam 11 orang sudah nutup,” sebut perempuan asal Kampung Melayu, Ampenan ini.

Mala mengaku hujan disertai angin kencang tidak hanya membuat lapak PKL di pesisir pantai Boom Ampenan beterbangan. Namun juga air laut sempat naik ke lapak PKL. Parahnya lagi, para pengunjung sepi. “Mau tidak mau kita harus buka dari pagi,” sebut perempuan dua anak ini.

Kondisi sepi seperti sekarang ini mau tidak mau ia harus meimnjam uang di koperasi demi kebutuhan sehari-harinya. Dan untuk menanbah modal berdagang. Saat ini kata dia, tidak ada pedagang yang berjualan sampai pukul 12.00 Wita, paling mereka (pedagang) pukul 11. 00 Wita sudah tutup. “Sebelum angin besar jam 12 malam masih ramai pengunjung,” sebutnya.

Sekitar satu tahun Mala dan PKL lainnya tidak nyaman berjualan karena penerang jalan umum (PJU) di depan anjungan mati. Hampir satu tahun PJU belum diperbaiki. “Kalau rusak karena angin kencang bisa kita maklumi, tapi ini sudah satu tahun,” tutur perempuan berjilbab ini.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam enggan percaya jika PJU di depan anjungan pantai Boom Ampenan mati satu tahun  lalu. Sebab, anjungan itu saja dibuat pada Mei 208 lalu. “Kalau satu tahun matinya mungkin tidak sampai,” akunya.

Ia menegaskan, pihaknya baru saja memperbaiki beberapa PJU di pantai Boom Ampenan. Jadi kata dia, jika PJU di depan anjungan mati ia tidak percaya. Oleh sebab itu hari ini pihaknya akan mengecek keberadaan lampu tersebut.

Ia menambahkan, anjungan di pantai Boom Ampenan sumbangan dari Astra. Pun juga lampunya langsung dari dinas PUPR. “Nanti kita cek,” sebutnya. Jika pun mati hal yang wajar karena berada di pesisir pantai. Angin kencang bisa saja membuat kabel putus dan konsleting. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks