Sabtu, 4 Februari 2023
Sabtu, 4 Februari 2023

Cuaca Ekstrem Rusak Rumah Warga Mataram

MATARAM-Hujan deras disertai angin kencang dua hari berturut-turut juga terjadi di Kota Mataram. Dampaknya, salah satu rumah janda di Lingkungan Mapak Indah, Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram rusak diterjang air pasang.

“Yang punya rumah seorang kakek dan janda,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Arif Rahman, kemarin.

Dia sudah meminta kepada pemilik rumah agar mengungsi untuk sementara waktu ke rumah keluarganya. Mengingat gelombang tinggi diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ini.

Namun, pemilik rumah tidak mau. “Pemilik rumah merasa masih aman dengan kondisi sekarang,” ungkap Arif, sapaan karibnya.

Untuk sementara, kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ke permukiman warga pihaknya membuat tanggul dari karung berisi pasir. “Kalau tidak kita buatkan segera, rumah ini sudah roboh,” ujar dia.

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem saat ini sesuai prediksi BMKG bahwa status siaga bencana alam terjadi sampai 30 April 2021. Bahkan beberapa hari ini terjadi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang dan gelombang pasang.

“Ketinggian gelombang saat ini mencapai dua meter lebih, sehingga masih berpotensi terjadi abrasi dalam beberapa hari ke depan,” tutur dia.

Untuk bantuan sendiri, kata dia, pihaknya sudah memberikan bantuan logistik seperti tanggul berupa karung pasir dan terpal. “Untuk bantuan makanan siap saji belum ada,” imbuh dia.

Baca Juga :  Pengusaha Tagih Janji Pemkot Mataram

Task hanya di pesisir pantai, cuaca ekstrem juga membuat pohon di tengah kota bertumbangan dan menimpa rumah warga.

“Di beberapa titik ada pohon tumbang. Itu langsung ditangani oleh tim kami. Ada sekitar empat titik,” tutur Arif.

Mulai dari Jalan Jenderal Sudirman Sayang-Sayang, Jalan Bung Karno, Jalan Pagesangan dekat SMKN 5 Mataram, dan Jalan Brawijaya.

Pohon tumbang menimpa rumah warga, hingga jaringan kabel listrik dan jaringan kabel telpon.

Sementara untuk banjir akibat hujan, belum terlihat ada kondisi yang parah seperti yang terjadi di kabupaten kota lain yang ada di NTB. “Hanya debit Kali Jangkuk yang di atas rata-rata sehingga menggenangi beberapa rumah warga. Tetapi airnya cepat surut,” jelasnya.

Pihak BPBD Kota Mataram mengimbau warga pengguna jalan agar hati hati saat berkendara. Khususnya ketika melintas di jalan yang dipenuhi pohon pelindung jalan. Ketika angin besar, semua pohon berpotensi tumbang.

Sementara untuk masyarakat pesisir diminta waspada terhadap naiknya air laut akibat besarnya gelombang. “Waspadai juga papan reklame yang ada di pinggir jalan,” kata Arif mengingatkan.

Untuk warga di bantaran sungai juga diminta tetap siaga terhadap meningkatnya debit air.

Terpisah Prakirawan BMKG yang berkantor di Lombok Barat Restu Patria Megantara memaparkan, prakiraan kondisi cuaca untuk 1 dasarian atau 10 hari ke depan. “Potensi hujan masih tinggi, dengan intensitas sedang hingga lebat. Mengingat saat ini wilayah NTB masih berada dalam periode puncak musim hujan,” jelasnya.

Baca Juga :  Polresta Mataram Tangkap Anggota Linmas Penjual Ganja dan Sabu di Ampenan

Curah hujan di NTB pada dasarian III Januari 2021 secara umum dipaparkannya berada pada kategori menengah (51-150 mm per dasarian) hingga tinggi (151-400 mm per dasarian). Sebaran curah hujan kategori menengah secara umum tersebar hampir di seluruh wilayah Provinsi NTB.

Sedangkan curah hujan dengan kategori tinggi terjadi hanya di beberapa titik di Provinsi NTB, meliputi sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Utara hingga Lombok Timur, sebagian wilayah Bima dan sebagian wilayah Dompu.

Curah hujan tertinggi terjadi pada pos hujan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, dengan jumlah curah hujan 467 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian III Januari 2021 di wilayah Pulau Lombok didominasi sifat Atas Normal (AN).

Pada dasarian I Febuari 2021, diprakirakan masih terdapat peluang curah hujan lebih dari 20 mm/dasarian dan lebih dari 50 mm/dasarian yang sangat tinggi. Bisa mencapai lebih dari 90 persen yang merata di seluruh wilayah NTB. Perlu diwaspadai peluang curah hujan di atas 100 mm/dasarian yang cukup tinggi.

“Masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya perubahan cuaca secara tiba-tiba seperti adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” bebernya.

Dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang serta gelombang tinggi. (jay/ton/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks