alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Ke Malaysia Para Pejabat Habiskan Rp 200 Juta

MATARAM-Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh akhirnya menanggapi polemik kunjungan kerja 18 pejabatnya ke Malaysia. Ia menegaskan, kunjungan yang akan dilakukan pada tanggal 8-10 Maret itu, murni silaturahmi. Bukan pelesir.

Selain itu, dana yang dihabiskan untuk 18 pejabat itu dinilai sangat minim. Kurang dari Rp 200 juta. Dana itu bersumber dari uang rakyat. Yakni APBD Kota Mataram.

“Kita akan ke kota Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kita hanya satu hari di sana,” sebut orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Diungkapkan, kedatangan rombongan pejabat Pemkot Mataram ke Malaysia untuk belajar terkait program. “Program yang bagus di Shah Alam akan kita adopsi untuk diterapkan di Mataram,” sebutnya.

Ahyar menegaskan, kedatangan ke Malaysia adalah kunjungan balasan. Karena saat ini, kata dia, ada 60 orang dari kota Shah Alam berkunjung ke Mataram.

Sementara perwakilan dari Shah Alam, Malaysia Ade Meilyana mengatakan, pihaknya hanya menjembatani kerja sama yang dilakukan pemerintah Kota Mataram dengan Shah Alam, Malaysia. Sejauh ini, kata dia, Mataram kurang terekspose. Warga Shah Alam tidak tahu namanya Mataram. Hanya tahu namanya Lombok. Bahkan warga Shah Alam hanya tahu para TKI yang berasal dari Lombok.

“Kami hanya mengusulkan ke Shah Alam untuk jajaki kerja sana. Kami  memberikan informasi tentang Kota Mataram,” terang perempuan berjilbab ini.

Ia mengaku, Syah Alam merupakan kota terbaik ketiga di dunia. Kedatangan pejabat ini tidak lain untuk belajar. Apa yang bagus di Shah Alam akan diadopsi. Misalnya di bidang pariwisata, pendidikan, dan kesehatan.

Menurutnya, potensi pariwisata di Kota Mataram cukup menjanjikan. Beda dengan di Shah Alam yang kebanyakan turisnya dari Arab dan Cina. Sementara di Mataram dari Jepang.

Ia melihat, sepinya kunjungan wisatawan ke Mataram karena daerah ini kurang dikenal. “Setelah kunjungan ini, kami akan mendorong warga Shah Alam berkunjung ke Mataram,” janjinya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)
Enable Notifications    Ok No thanks