alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Ketika Dilan 1991 Membius Warga Mataram

Dilan 1991 menghipnotis warga Kota Mataram. Mereka rela antre panjang demi bisa mendapatkan tiket nonton di hari pertama penayangan, kemarin.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

DERAP langkah kaki sepasang anak muda berjalan begitu cepat ke arah kerumunan itu. Melewati koran ini, keduanya seperti terburu-buru.

“Cepat antreannya bakal panjang kalau lama jalan,” kata salah satu dari anak muda itu.

Dan benar saja, di depan pintu Bioskop, puluhan orang sudah mengantre untuk mendapatkan sebuah tiket nonton Dilan 1991.

Koran ini pun berhasil menemui Biksal, seorang pemuda yang sudah mengantre sejak jam 11 siang. Ia bersama ke lima temannya memang sengaja datang untuk menonton kelanjutan film garapan Fajar Bustomi ini.

“Iya, penasaran sama kelanjutan ceritanya,” tegasnya.

Meski dirinya laki-laki, namun tetap percaya diri untuk mengantre membeli tiket film Dilan. Karena ia penasaran, seperti apa kisah selanjutnya. Sebab ia sebelumnya telah menonton film Dilan 1990.

“Ngobatin rasa penasaran aja. Gimana sih endingnya. Karena aku gak baca novelnya,” jelas Biksal.

Tidak ada yang salah baginya menonton film yang mengusung genre drama romantis ini. Bagi Biksal sendiri, karakter Dilan yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, sampai saat ini terbilang sangat dekat dengan jiwa anak milenial. Meski itu settingnya harus beradaptasi dengan kondisi remaja 1991, namun tidak membuat film ini terkesan ‘jadul’.

“Tetap relate kok sama anak muda sekarang. Apalagi Dilan yang kesannya suka ngeluarin kata-kata gombal ya. Rayuan jaman dulu ternyata tetap jadi trending topic. Makanya ini juga sudah siapin mental sebelum nonton. Biar gak baper (bawa perasaan),” ujar Biksal.

Ia tidak memungkiri, film Dilan 1991 akan booming seperti seri sebelumnya. Namun kata Biksal, penting yang harus diingat adalah bagaimana sebuah film mampu memberikan pelajaran berharga di dalamnya. Jangan hanya soal tawuran atau cinta saja yang ditampilkan. Namun ada makna hidup yang bisa dipetik.

“Makanya ini rela ngantre sampai panjang begini. Saya percaya inilah cara saya mendukung film Indonesia tetap eksis. Dan yang pasti harapannya sih ada makna yang bisa diambil,” tutupnya.

Koran ini pun berjalan lagi. Kali ini bertemu dengan Mariam. Seorang fans garis keras Iqbaal Ramadhan yang mengaku berasal dari Lombok Timur. Ia bersama ketiga temannya sudah jauh-jauh hari menyiapkan diri untuk datang menonton film sang idola.

“Padahal besok mau ujian, tetapi karena Iqbaal yang main filmnya, rela deh datang ke sini buat nonton,” terangnya.

Koran ini menemui Mariam sesaat setelah melakukan antrean panjang. Ternyata ia mendapatkan posisi duduk paling depan. Berada di depan layar besar tidak membuat dirinya menyesal untuk menyaksikan aksi idolanya itu. Baginya, dalam situasi apapun, sebagai penggemar harus mendukung.

“Gak apa-apa kok duduk paling depan, langsung berhadapan sama layar, biar bisa leluasa lihat Iqbaalnya. Semoga film Dilan 1991 sukses,” harap Mariam.

Film Dilan 1991 tidak hanya digandrungi anak muda saja. Koran ini berhasil menemui Ida, seorang wanita berusia 38 tahun. Ia saat itu baru saja keluar dari studio Bioskop kesayangannya.

Dari raut wajah yang diperlihatkan, tampak Ida hanya tersenyum. Mungkin masih teringat dengan tingkah konyol Dilan kepada Milea.

“Masih gemes sama anak dua itu, feelnya masih dapat di film ini,” kata Ida.

Ia mengutarakan sedikit spoiler, bahwa pada akhirnya Dilan dan Milea memang tidak ditakdirkan untuk bersatu. Namun menurutnya, itulah pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Bagaimana setiap orang harus belajar menerima takdir, ikhlas, dan berbesar hati.

Ida pun tidak ragu, memuji penampilan apik antara Iqbaal dan Vanesha dalam memainkan karakter dari dua tokoh utama film itu. Meski ada beberapa hal miss di bagian-bagian tertentu, namun Film Dilan 1991 masih layak untuk ditonton bagi orang-orang seusianya.

“Iya film Dilan 1991 ini membuat saya teringat jaman SMA dulu. Suka jalan kaki sama teman, gimana saling balas surat-suratan, dan masih banyak yang bikin kita nostalgia,” ujarnya tersenyum. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks