alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Pemkot Mataram Dibohongi Investor Rp 200 M?

MATARAM-Lagi-lagi Pemerintah Kota Mataram jadi korban investor Pemberi Harapan Palsu (PHP). Kali ini terkait rencana relokasi pasar Kebon Roek ke Kebon Talo.

Sebelumnya, pemkot sempat berbunga-bunga dengan kedatangan beberapa orang yang mengaku siap menanam modal sekitar Rp 200 miliar. Mendukung relokasi pasar Kebon Roek ke wilayah Kebon Talo.

Tapi sejak pertemuan di penghujung bulan Januari lalu, hingga kini, hampir satu bulan berlalu, belum ada komunikasi lagi dengan calon pemodal itu.

“Belum ada kabar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Amran M Amin.

Padahal disebutkan, investor itu telah melakukan segala hal. Mulai dari Feasibilty Study hingga berencana mengajak pemkot studi banding ke Jakarta. Melihat seperti apa pengeloaan pasar tradisional yang di pihak ketigakan pada swasta.

Amran sendiri belum bisa memastikan apakah investor itu masuk kategori investor PHP. “Ya kita saat ini hanya bisa menunggu (investor itu datang lagi),” imbuhnya.

Tapi ogah kecele karena menunggu sesuatu yang tak jelas, Amran mengaku telah menyiapkan plan B yang juga telah berjalan. Yakni dengan meminta anggaran dari pemerintah pusat terkait rencana relokasi pasar.

“Kita memang buat dua penjuru, pertama lewat pemerintah pusat. Kedua lewat investor,” terangnya.

Amran menyebut proposal ini pun telah disampaikan pemerintah pusat. Saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Kementerian Perdagangan atas rencana relokasi pasar Kebon Roek ke Kebon Talo tersebut.

“Di proposal itu kita usulkan anggaran sekitar Rp 75 miliar,” jelasnya.

Usulan anggaran ini memang lebih sedikit di banding tawaran investor yang datang menemui wali kota beberapa waktu lalu. “Bentuknya juga lebih sederhana, hanya los-los pasar saja,” terangnya.

Sebelumnya, Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, ada investor yang mengaku berasal dari Jakarta tertarik menanamkan modal. Bahkan dengan dana yang diiming-imingi, pasar yang akan dibuat tidak hanya bisa menampung satu pasar. “Tapi kita berharap pedagang pasar ACC bisa kita pindahkan ke sana,” kata Tura.

Investasi besar dan ide mempihakketigakan pasar ini diharapkan bisa jadi contoh bagi pasar lainnya bila ingin membuat tampilan rapi, bersih, dan higienis. Bahkan Tura mengaku sangat yakin, bahwa investor ini serius mengingat beberapa upaya telah mereka lakukan untuk mendukung rencanannya.

“Mereka  juga serius mau ikut beuty contest atau lelang investasi,” yakinnya.

Luasan lahan yang tersedia di Kebon Talo mencapai 4 hektare (ha). Didukung pula lokasi strategis membuat investor itu serius melihat potensinya. Bahkan setelah 30 tahun kontrak berakhir, mereka bersedia menyerahkan asetnya pada pemerintah daerah.

 “Dan mereka yakin saat itu telah kembali modal dan untung,” tandasnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks