alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Warga Diimbau Tetap Waspada DBD

MATARAM-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram terus meningkat. Bahkan, terdapat satu kamatian atas penyakit tersebut.

Meski demikian, sampai saat ini  Mataram belum masuk dari status kejadian luar biasa (KLB) DBD. “Mataram masih aman dari status KLB,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi, kemarin.

Menurutnya, status KLB baru dapat ditetapkan apabila jumlah kasus kematian dan kasus DBD lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Serta mengganggu sosial ekonomi masyarakat.

Mengganggu sosial ekonomi masyarakat yang dimaksudkannya kata Usman, masyarakat tidak berani keluar beraktivitas karena takut terkena wabah DBD. Sementara kondisi Kota Mataram sampai saat ini masih  aman.

Meskipun jumlah kasus DBD sudah tercatat lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan terdapat satu kasus kematian, tapi itu tak bisa menjadi alasan menetapkan daerah ini KLB. “Kita belum masuk KLB,” sebutnya.

Berdasarkan data terakhir, lanjut Usman, DBD secara keseluruhan dari semua rumah sakit di Mataram tercatat sebanyak 170 kasus. Namun yang dinyatakan positif DBD sebanyak 108 kasus.

Sedangkan sisanya adalah kasus diduga dan menyerupai karena adanya bintik-bintik merah, trombosit turun dan panas dengan suhu tinggi.  “Setelah dicek laboratorium hasilnya negatif,” tuturnya.

Untuk menekan kasus DBD di Kota Mataram, pihaknya saat ini aktif melakukan upaya pencegahan melalui penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Selain itu, pemberian bubuk abate kepada warga untuk ditaruh pada wadah penampungan air guna mencegah adanya jentik nyamuk. Sementara untuk fogging tetap dilakukan di wilayah yang sudah ada kasus positif DBD.

“PSN paling efektif karena mampu memusnahkan jentik nyamuk. Kalau pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya akan tetap berkembangbiak,” urainya.

Sementara itu dr Suci Nirmala mengatakan, pada umumnya DBD ini adalah peyakit yang disebabkan karena pola hidup yang kurang bersih. Jika warga menerapkan PHBS maka ia meyakini tidak akan terkena kasus DBD. “Intinya di kita yang menjaga kebersihan,” sebut perempuan yang menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi (PT) di Kota Mataram ini.

Menurutnya, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Di saat musim pancaroba ini, ia meminta warga untuk menerapkan PHBS. Jangan sampai ada genangan atau baju kotor yang digantung berhari- hari.

Pun juga dengan bak mandi harus tetap dikontrol. Ia mengaku, di saat musim seperti ini, kadang hujan, kadang panas akan memudahkan nyamuk aedes aegypti mudah berkembang biak.

“Kalau hujan terus-menerus sih gak apa-apa. Tapi ini kadang hujan, empat atau lima hari lagi baru hujan. Ini akan memudahkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak,” tutupnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks