alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Karena Korona, Sejumlah Rencana Pembangunan Mataram “Ambyar”

MATARAM-Pandemi Korona membuat rencana pembangunan di Kota Mataram kacau balau. “Beberapa program akhirnya tidak bisa terealisasi. Tidak jadi dilaksanakan, padahal penting juga untuk masyarakat,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, Selasa (31/3).

Seluruh proyek terpaksa dibatalkan. Termasuk proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 40 miliar. Yang rencananya digunakan untuk jalan, irigasi, hingga mempermak wajah pantai di Loang Baloq.

Beberapa proyek yang menggunakan DAK semula sudah masuk proses tender. Namun terpaksa dibatalkan. Eko berharap DAK yang tak jadi turun hanya bersifat penundaan. Sehingga ketika kondisi virus Korona menghilang, DAK bisa diturunkan kembali seperti rencana semula.

”Sangat terasa mengganggu program kita. Tapi kita sadari kondisi ini dirasakan secara nasional juga,” ujarnya.

Dengan penundaan ini, pemkot tak ada rencana untuk menggunakan dana APBD. Sebagai substitusi pendanaan setelah DAK ditunda.

Eko mengatakan, upaya tersebut tidak mungkin dilakukan. Sekarang ini pemkot tengah melakukan rasionalisasi anggaran. Untuk kebutuhan penanganan dan pencegahan virus korona.

Rasionalisasi dilakukan sebab biaya tidak terduga (BTT) untuk penanganan virus Korona hanya sebesar Rp 4 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk persoalan tersebut mencapai Rp 45 miliar.

”Rasionalisasinya menyuluruh. Misalnya dimbil dari perjalanan dinas selama tiga bulan ke depan. Kemudian kebutuhan ATK,” tutur Sekda.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, DAK yang ditunda hanya untuk kegiatan fisik. Sementara DAK di Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan tetap digelontorkan.

”Total DAK itu sekitar Rp 40 miliar. Tapi yang tidak diutak-atik itu di Dikes dan Disdik,” kata Mahmuddin.

Proses tender juga dihentikan untuk proyek menggunakan APBD Kota Mataram. Tahun ini, ada 37 proyek senilai sekitar Rp 59 miliar. Hingga Maret ini ada lima paket proyek yang masuk laman LPSE milik Pemkot Mataram.

Empat proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Peningkatan jalan di Banda Seraya/Wirasenggala dan Komplek Ahmad Yani. Masing-masing proyek senilai Rp 7,8 miliar dan Rp 2 miliar.

Kemudian ada supervisi kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dengan nilai proyek Rp 155 juta. Serta pemeliharaan berkala atau rehabilitasi jalan paket satu senilai Rp 2,3 miliar. Satu proyek lainnya milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram. Yakni pengadaan truk dobel kabin dan kelengkapannya. Proyek ini dilelang dengan harga Rp 1,7 miliar.

”Seluruhnya dibatalkan itu, berdasarkan surat dari Kemenkeu. Kalau ada yang sudah kontrak sebenarnya bisa berlanjut, tapi ini kan masih lelang, belum ada kontrak,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengaku pasrah dengan kebijakan penyetopan proyek DAK. Karena ini merupakan keputusan pemerintah pusat. Tahun ini kata dia, Dispar sendiri mendapat DAK untuk penataan TLB sebesar Rp 3,4 miliar. Namun berhubung ada Korona maka dibatalkan. “Tak hanya di Dispar, di instansi lain juga, kan?” ujar dia.

Dengan kondisi ini, maka ia meyakini DAK untuk penataan TLB akan dialokasikan kembali tahun depan. Jika Agustus ini digelontorkan, maka proyek yang akan dikerjakan tidak akan mencapai target. “Tidak bisa capai target kalau tahun ini dikerjakan,” tutur mantan Sekdis BKD ini. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks