alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Karena Korona, Sejumlah Rencana Pembangunan Mataram “Ambyar”

MATARAM-Pandemi Korona membuat rencana pembangunan di Kota Mataram kacau balau. “Beberapa program akhirnya tidak bisa terealisasi. Tidak jadi dilaksanakan, padahal penting juga untuk masyarakat,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, Selasa (31/3).

Seluruh proyek terpaksa dibatalkan. Termasuk proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 40 miliar. Yang rencananya digunakan untuk jalan, irigasi, hingga mempermak wajah pantai di Loang Baloq.

Beberapa proyek yang menggunakan DAK semula sudah masuk proses tender. Namun terpaksa dibatalkan. Eko berharap DAK yang tak jadi turun hanya bersifat penundaan. Sehingga ketika kondisi virus Korona menghilang, DAK bisa diturunkan kembali seperti rencana semula.

”Sangat terasa mengganggu program kita. Tapi kita sadari kondisi ini dirasakan secara nasional juga,” ujarnya.

Dengan penundaan ini, pemkot tak ada rencana untuk menggunakan dana APBD. Sebagai substitusi pendanaan setelah DAK ditunda.

Eko mengatakan, upaya tersebut tidak mungkin dilakukan. Sekarang ini pemkot tengah melakukan rasionalisasi anggaran. Untuk kebutuhan penanganan dan pencegahan virus korona.

Rasionalisasi dilakukan sebab biaya tidak terduga (BTT) untuk penanganan virus Korona hanya sebesar Rp 4 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk persoalan tersebut mencapai Rp 45 miliar.

”Rasionalisasinya menyuluruh. Misalnya dimbil dari perjalanan dinas selama tiga bulan ke depan. Kemudian kebutuhan ATK,” tutur Sekda.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, DAK yang ditunda hanya untuk kegiatan fisik. Sementara DAK di Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan tetap digelontorkan.

”Total DAK itu sekitar Rp 40 miliar. Tapi yang tidak diutak-atik itu di Dikes dan Disdik,” kata Mahmuddin.

Proses tender juga dihentikan untuk proyek menggunakan APBD Kota Mataram. Tahun ini, ada 37 proyek senilai sekitar Rp 59 miliar. Hingga Maret ini ada lima paket proyek yang masuk laman LPSE milik Pemkot Mataram.

Empat proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Peningkatan jalan di Banda Seraya/Wirasenggala dan Komplek Ahmad Yani. Masing-masing proyek senilai Rp 7,8 miliar dan Rp 2 miliar.

Kemudian ada supervisi kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dengan nilai proyek Rp 155 juta. Serta pemeliharaan berkala atau rehabilitasi jalan paket satu senilai Rp 2,3 miliar. Satu proyek lainnya milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram. Yakni pengadaan truk dobel kabin dan kelengkapannya. Proyek ini dilelang dengan harga Rp 1,7 miliar.

”Seluruhnya dibatalkan itu, berdasarkan surat dari Kemenkeu. Kalau ada yang sudah kontrak sebenarnya bisa berlanjut, tapi ini kan masih lelang, belum ada kontrak,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengaku pasrah dengan kebijakan penyetopan proyek DAK. Karena ini merupakan keputusan pemerintah pusat. Tahun ini kata dia, Dispar sendiri mendapat DAK untuk penataan TLB sebesar Rp 3,4 miliar. Namun berhubung ada Korona maka dibatalkan. “Tak hanya di Dispar, di instansi lain juga, kan?” ujar dia.

Dengan kondisi ini, maka ia meyakini DAK untuk penataan TLB akan dialokasikan kembali tahun depan. Jika Agustus ini digelontorkan, maka proyek yang akan dikerjakan tidak akan mencapai target. “Tidak bisa capai target kalau tahun ini dikerjakan,” tutur mantan Sekdis BKD ini. (dit/jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks