alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Warga Rembiga Positif Korona Pernah Ikut Ijtima Ulama di Gowa, Sulsel

MATARAM-Kota Mataram kini masuk zona merah menyusul dua pasien positif terjangkit virus Korona. Satu pasien adalah warga Kota Mataram asal Rembiga, Kota Mataram. Satu lagi, warga asal provinsi Bali yang sedang berkunjung ke Mataram.

”Telah terkonfirmasi dua orang penderita Covid-19 baru,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, dalam keterangan pers, kemarin (31/3).

Dua orang ini adalah LJ, 44 tahun, warga Kota Mataram dan YT, 46 tahun warga Bali yang sedang berkunjung ke Mataram. ”Yang bersangkutan tertular di luar NTB karena memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit dalam 14 hari,” jelasnya.

Keduanya saat ini dirawat di RSUD NTB sejak 22 dan 23 Maret. ”Penderita saat ini kondisinya membaik,” kata Gubernur. Butuh 10 hari dan 9 hari bagi dua orang tersebut untuk diketahui kondisinya positif Korona. Sebab, sampel usapan lendir tenggorokan (swab) mereka masih diuji di Surabaya, Jawa Timur.

Guna menghindari penularan lebih banyak, petugas kesehatan tengah melacak orang yang pernah kontak langsung dengan kedua pasien. ”Tim melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan,” kata Gubernur.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh secara terpisah tadi malam menjelaskan secara rinci bahwa kasus positif Korona di Mataram terjangkit dari Klaster Gowa, Sulawesi Selatan, dan Bogor, Jawa Barat.

”Inisial LJ datang dari Gowa. Sementara YT dari Bogor,” kata Wali Kota.

PDP positif dengan inisial LJ, merupakan warga di Rembiga, Kecamatan Selaparang.

Seorang pria berusia 44 tahun. Sementara YT, juga laki-laki, usia 46 tahun, berdomisili sementara di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela.

Dari riwayat perjalanan yang ditelusuri Pemkot Mataram, LJ sebelumnya sempat terbang menuju Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan untuk mengikuti acara Ijtima Ulama Dunia yang batal dilaksanakan.

Setelah itu, yang bersangkutan pulang ke Lombok menggunakan pesawat terbang, pada Ahad inggu 22 Maret. Di bandara, LJ tak lolos screening petugas kesehatan. Suhu badannya di atas 38 derajat celcius.

Saat itu juga, petugas kesehatan langsung membawa yang bersangkutan ke RSUP NTB. ”Jadi LJ ini belum pulang ke rumahnya. Pas di bandara, karena suhu tubuhnya tinggi, langsung dibawa ke RS,” tutur Ahyar.

Adapun YT, sebelumnya memiliki riwayat perjalanan ke Bogor, Jawa Barat. Yang

merupakan salah satu zona merah virus Korona. Kata Ahyar, YT datang ke Lombok sekitar tanggal 23 Maret. Setelah itu menunjukkan gejala sakit yang diduga akibat paparan virus Korona.

”Dirawat di RSUP. Dari hasil swab, seperti yang diketahui, keduanya positif,” ujarnya.

Ahyar mengatakan, jika melihat riwayat perjalanan, kedua PDP positif tertular dari luar Kota Mataram.

Meski begitu, Pemkot tetap menjalankan protokol pencegahan. Hari ini, gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram bakal melakukan penyemprotan di rumah masing-masing PDP. Juga di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Adapun untuk kasus YT, petugas akan melakukan tracking. Mencari siapa-siapa yang sempat melakukan kontak dengan YT. ”Untuk deteksi lebih awal. Hari ini kita sudah mulai itu. Dan berlanjut terus,” tutur Ahyar.

Empat Kasus

Sebelum LJ dan YT, pasangan suami istri asal Lombok Timur telah dinyatakan lebih dulu positif Korona. Kondisi kesehatan keduanya mulai membaik dan masih tetap diisolasi di RSUD NTB. Dengan status positif ini, Mataram dan Lombok Timur kini masuk menjadi zona merah Covid-19.

Gubernur mengharapkan semua lapisan masyarakat tetap tenang. Di samping itu, tetap menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari penyebaran virus Korona. ”Hindari keramaian, menjaga jarak, dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” imbuhnya.

Secara keseluruhan di NTB, hingga kemarin, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 53 orang, 22 orang di antaranya bebas pengawasan dan 31 orang masih diisolasi. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) terus melonjak hingga 1.224 orang. Sebanyak 337 orang bebas pemantauan atau negatif Korona, 887 orang lainnya masih dikarantina.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB H Ahsanul Khalik menerangkan, dengan penambahan dua kasus positif Covid-19 tersebut, status NTB masih siaga darurat bencana non alam Korona. ”Di seluruh Indonesia hanya DKI, Jatim, dan Bali yang tanggap darurat,” katanya.

Daerah-daerah lain, termasuk NTB statusnya masih siaga darurat. ”Tapi penanganannya tetap sama seperti saat darurat,” katanya.

Provinsi Bali menetapkan tanggap darurat karena terjadi penambahan positif Covid-19 yang signifikan dan sebaran kasusnya melebihi tiga kabupaten. ”Mudahan kita di NTB kasus tidak banyak,” harapnya.

Langkah yang dilakukan saat ini, tim akan melacak orang-orang yang sudah kontak langsung dengan kedua orang tersebut. ”Ini pasti kita lakukan,” katanya.(jay/dit/ili/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks