alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Korona di Mataram Terus Bertambah tapi Banyak Warga Masih Tak Peduli

MATARAM-Jumlah positif Covid-19 di Kota Mataram menjadi yang tertinggi di NTB. Hingga Jumat (1/5), ada 78 kasus positif korona.

Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan dari masyarakat sudah seharusnya meningkat. Seperti yang selama ini diinginkan gugus tugas Covid-19 Kota Mataram.

Sayang, penambahan kasus positif hanya sekadar angka statistik. Sebagian masyarakat tak peduli. Bahkan terkesan cuek dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini.

Edaran maupun imbauan pemerintah, soal social serta physical distancing, tak membekas. Setidaknya terlihat saat ngabuburit. Menjelang buka puasa. Jalan-jalan protokol di Kota Mataram semakin ramai.

Kendaraan roda dua dan roda empat bersileweran. Ditambah dengan banyaknya pedagang musiman yang berjualan makanan serta di minuman di pinggir jalan. Kondisi tersebut memang lazim terlihat. Saat bulan Ramadan. Hanya saja, Ramadan tahun ini berbeda.

Umat muslim tahun ini harus menjalani puasa di tengah pandemi Covid-19. Keramaiannya tetap terjadi. Sama seperti Ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Terutama ketika menjelang buka puasa, meski ada virus Korona yang mengintai.

Yang berbeda, beberapa pengendara nampak menggunakan masker. Tapi tak sedikit pula yang abai dengan masker. Salah satu imbauan yang diberikan pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

”Kalau saya milih tetap pakai masker,” kata Yuni, warga asal Kecamatan Mataram.

Kemarin, Yuni harus keluar rumah mencari takjil untuk dia berbuka puasa. Pilihannya jatuh di Jalan Majapahit. Sepanjang jalan, terdapat penjual minuman dan makanan.

Kata Yuni, virus Korona menuntutnya untuk tetap waspada. Itu sebabnya saat keluar kemarin, dia memilih menggunakan masker. Apalagi pemerintah sudah menyarankan setiap warga, apabila keluar rumah harus memakai masker.

Selain itu, dia tak mau berlama-lama di luar. Setelah transaksi selesai, Yuni memilih untuk langsung pulang. ”Kita jaga-jaga saja kan. Lihat-lihat juga penjualnya, kalau agak meragukan, saya gak mau beli di sana,” ujarnya.

Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, pemerintah sudah melakukan imbauan. Kepada pengusaha terkait protokol pencegahan Covid-19 selama Ramadan ini.

”Kita minta untuk tidak melayani makan di tempat. Apapun alasannya,” kata Bayu.

Imbauan tersebut ditujukan kepada pelaku usaha yang menjual makanan dan minuman. Seperti rumah makan, restoran cepat saji, hingga penjual takjil dadakan di pinggir jalan. Supaya bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Korona.

”Harapan kita ada kerja sama. Beli, bungkus, bawa pulang, begitu,” ujarnya.

Jika terpantau ada pelanggaran, petugas Satpol PP siap mengambil tindakan. Berupa mengamankan alat jualan, hingga menutup rumah makan. Sesuai dengan kewenangan yang melekat.

Imbauan dari pemerintah, mengenai physical dan social distancing, bukan untuk pemkot, kata Bayu. Tapi demi kebaikan dan kesehatan warga Kota Mataram. Kondisi yang terjadi saat ngabuburit, tentu sangat disayangkan. Mereka yang mengabaikan imbauan pemerintah membuka peluang terjadinya penularan Covid-19 secara masif.

Menurut Bayu, petugasnya sudah cukup sering membubarkan kerumunan. Siang dan malam. Tapi ketika petugas pergi, warga kembali berkerumun. ”Kan tidak mungkin kita standby terus di beberapa titik itu,” ujarnya.

Bagi Bayu, warga yang tidak patuh dengan imbauan, sama saja mereka tidak ingin melihat Kota Mataram bebas dari wabah virus Korona. ”Biarkan saja. Toh tidak mau dikasih tahu warga Mataram yang masih bandel-bandel ini. Kasian anggota saya, batal puasa mereka lama-lama hadapi warga yang pagah,” cetus Bayu. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks