alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Insentif tenaga Honorer Dinaikkan

MATARAM-Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

“Memang pandemi Covid-19 ini berdampak pada anggaran. Namun dengan defisit yang tidak terlalu tinggi, kita bisa tetap melaksanakan beberapa program prioritas sesuai dengan kondisi keuangan,” terang Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Salah satu program prioritas yang sebenarnya sudah lama diusulkan namun bisa terealisasi di tahun 2021 mendatang adalah, insentif bagi Ketua RT. Setiap ketua RT yang berjumlah sekitar 1.800 orang lebih akan mendapatkan insentif Rp 250 ribu per bulan.

“Jumlahnya memang tidak terlalu besar, tetapi ini harus kita mulai. Ke depan kita harapkan bisa ditingkatkan,” ucapnya.

Sementara untuk guru honorer K2, tahun depan juga akan mendapat kenaikan insentif dari Rp 550 ribu menjadi Rp 1 juta. Ditambah, semua Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) atau honorer didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, Ahyar juga menyinggung ada kenaikan tunjangan bagi pegawai ASN Kota Mataram. Dan, yang tak kalah penting, wali kota menyampaikan jika Pemkot Mataram telah memutuskan untuk menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 tahap keenam. Bantuan berupa sembako diberikan kepada warga yang terdampak Covid-19.

Baca Juga :  Virus Korona di Mataram Banyak Menyerang Orang Kaya

“Saya tegaskan, bantuan ini akan disalurkan setelah pelaksanaan Pilkada 9 Desember. Tidak hanya JPS, tetapi semua bantuan sosial dan hibah akan disalurkan selesai Pilkada,” ucapnya.

Ini untuk mencegah munculnya dugaan jika bantuan JPS atau bansos lainnya dipolitisir. Ahyar menegaskan, dirinya ingin menjaga netralitas dan menjaga integritas kepemimpinannya hingga akhir masa jabatannya. Agar kondusivitas Kota Mataram di masa Pilkada tetap terjaga.

Khusus untuk APBD 2021, secara target pendapatan, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), diakui Ahyar ini pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir Pemkot Mataram menurunkan target. Hal ini menurutnya tidak hanya terjadi di Kota Mataram, tapi seluruh daerah yang ada di Indonesia. Ini akibat dari terpuruknya roda ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum jelas kapan akan berakhir.

Selain itu, dana transfer pusat juga berkurang. Baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Sehingga tugas pemerintah kota Mataram ke depan menurut Ahyar adalah mengembalikan pendapatan agar stabil seperti sebelum era pandemi Covid-19. Baik melalui intensifikasi dan ekstensifikasi.

Kondisi Ekonomi Kota Mataram dikatakan Ahyar memang sudah perlahan stabil seiring angka kasus positif korona yang sudah mulai bisa dikendalikan. “Tapi yang paling terdampak adalah sektor jasa dan perdagangan dab pariwisata. Padahal ini menjadi penyumbang PAD terbesar bagi Kota Mataram,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buang Stigma Negatif, Yuk, Bantu Pasien Korona Agar Lekas Sembuh!

Target PAD Kota Mataram tahun 2021 mencapai Rp 351 miliar. Dengan pendapatan keseluruhan mencapai sekitar Rp 1,391 triliun. Sementara belanja mencapai Rp 1,411 triliun. Defisit Rp 20 miliar dan pembiayaan netto Rp 20 miliar.

Sementara Shinta Primasari dari Komisi III DPRD Kota Mataram meminta eksekutif  menyempurnakan regulasi penyesuaian tarif pajak dan retribusi. Khususnya retribusi parkir, pasar, pajak reklame, dan pemakaian kekayaan daerah.

“Peningkatan koordinasi dan konsultasi harus dilakukan secara intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi. Untuk meningkatkan pendapatan dana transfer pusat dan bagi hasil bukan pajak,” pintanya.

Semua OPD juga diminta berupaya meningkatkan pendapatan daerah dan mencegah kebocoran sumber PAD untuk kesejahteraan masyarakat Kota Mataram.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi menyampaikan tahapan penetapan RAPBD 2021. Mulai dari penyampaian nota keuangan, peyampaian umum pemandangan fraksi, rapat internal pembahasan RAPBD, hingga penyampaian akhir kemarin.

“Dengan ini kami memutuskan dan menyetujui RAPBD 2021,” ucapnya dilanjutkan dengan penandatangan penetapan RAPBD 2021. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/