alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Eliminasi Anjing Kian Gencar

MATARAM-Penyakit anjing gila atau rabies diantisipasi masuk ibu kota. Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram menambah jadwal eliminasi atau pemusnahan anjing liar. Jika sebelumnya rata-rata sebulan sekali, kini frekuensi pengawasannya ditingkatkan dengan meminta peran aktif kepala lingkungan melapor pada tim.

“Sekarang tim saya minta aktif turun ke lapangan, koordinasi dengan kepala lingkungan, lurah hingga Satpol PP,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram H Mutawalli.

Sejauh ini dari hasil pengawasan tim di lapangan belum ada tanda-tanda anjing gila atau masyarakat yang terkena rabies. Namun Mutawalli mengatakan selain memberikan bantuan vaksinasi terhadap hewan peliharaan, tim juga tetap secara rutin akan melalukan eliminasi. “Kalau ada yang meresahkan, kita racun pada tengah malam. Sekitar jam 1-2,” terangnya.

Baru setelah anjing itu mati kemudian di kubur. Di lokasi yang jauh dari permukiman warga.

Mutawalli mengatakan pihaknya belum melakukan pendataan secara resmi. Berapa jumlah anjing di ibu kota. Tapi secara umum ada dua kelompok anjing, yakni liar dan peliharaan. Mutawalli mengatakan gunanya koordinasi dengan kepala lingkungan atau lurah, guna memastikan anjing itu bukan peliharaan.

Pengawasan juga diberikan pada anjing peliharaan. “Jika ada tanda-tanda anjing (peliharaan) itu rabies, kita sampaikan pada pemiliknya untuk dieliminasi,” terangnya.

Pihaknya juga mendengar tentang kasus anjing gila di Dompu. Namun ia juga mendengar anjing-anjing di sana langsung diisolasi. Sehingga kekhwatiran penyebaran bisa diantisipasi dengan segara. “Kita berharap balai karantina bisa menutup dulu akses hewan peliharaan yang datang lewat Pulau Sumbawa ditutup dulu,” harapnya.

Namun demikian kewaspadaan tetap ditingkatkan. Warga diimbau agar segera melapor dan memeriksakan diri jika tergigit hewan membawa virus rabies. Sebab tidak hanya anjing, tetapi ada kucing, dan kera yang juga bisa membawa rabies. “Jadi waspada juga buat yang punya kucing,” peringatnya.

Populasi terbesar anjing di Kota Mataram masih berada di kompleks perkampungan warga yang beragama Hindu. Di kawasan inilah tim diminta lebih proaktif melakukan komunikasi dan pengawasan terhadap anjing-anjing di sana.

“Tanda anjing gila atau kucing gila, itu sangat hiperaktif. Kalau misalnya di anjing itu ia menggonggong hingga menggigit, lalu setelah itu akan sembunyi di tempat yang gelap,” jelasnya.

Paling lama satu minggu kemudian anjing itu akan mati. Begitu juga halnya yang terjadi jika pada kucing atau kera ada virus rabies. Karenannya jika ada masyarakat yang memelihara atau melihat ciri-ciri itu pada tiga jenis hewan itu disarankan segera melapor. Menghindari penyebaran penyakit rabies meluas di ibu kota. “Intinya kita tetap waspada,” tandasnya.

Terpisah Kepala RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra menyebut pihaknya sampai saat ini belum ada menangani pasien kena virus rabies di ibu kota. Namun ia memastikan pihaknya siap saja menangani jika ada kasus itu di ibu kota atau pasien rujukan dari luar daerah. “Saya belum dapat report,” kata pria yang karib di sapa dokter Jack ini.

Namun ia yakin tingginya kasus rabies di Dompu masih bisa ditangani beberapa rumah sakit yang ada di Pulau Sumbawa. Secara sumber daya manusia dan fasiltias di sana menurut Jack memungkinkan untuk penanganan pasien yang terkena gigitan anjing gila. “Ada rumah sakit daerah, swasta, saya pikir sangat bisa ditangani di sana, di sini juga ada rumah sakit provinsi, jika memang jumlahnya tak tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi saat ditanya tentang kasus rabies di Kota Mataram memastikan belum ada laporan. Ia berharap kasus yang terjadi di Dompu tidak sampai merembet hingga ibu kota. “Alhamdulillah, belum ada,” kata Usman melalui pesan singkat. (zad/yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks