alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Pelarian Dorfin Felix Berakhir

MATARAM-Dorfin Felix, tahanan yang kabur dari Rutan Polda NTB, berhasil ditangkap, sekitar pukul 22.15 Wita, tadi malam (1/2). Penyelundup narkoba asal Prancis tersebut diringkus tim Reskrim Polres Lombok Utara di Pusuk Pass, perbatasan antara Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Utara (Lotara).

Tertangkapnya Dorfin setelah pengintaian yang dilakukan anggota Reskrim Polres Lotara, selama nyaris dua pekan usai tersangka kabur. Setelah kabur dari Rutan, Dorfin rupanya bersembunyi di hutan Pusuk. Persembunyian Dorfin terbongkar berkat informasi dari masyarakat.

Sekitar pukul 22.15 Wita, tim Reskrim yang telah bersiaga, melihat Dorfin turun dari Hutan Pusuk. Tersangka berniat untuk mencari makan di Pusuk Pass. Pergerakan tersangka disambut anggota yang langsung menangkapnya.

Kondisi Dorfin terlihat kepayahan. Badannya terlihat lebih kurus. Saat tertangkap, Dorfin hanya mengenakan jaket tanpa baju, celana panjang, dan sepasang sepatu. Di tengah penangkapannya, Dorfin sempat meminta petugas untuk mengakhiri nyawanya.

Kapolres Lotara AKBP Herman Suriyono membenarkan penangkapan Dorfin. Pelaku ditangkap setelah keluar dari tempat persembunyiannya di Hutan Pusuk, Gunung Malang. “Ditangkap tim Reskrim Polres Lotara di Pusuk Pass, di pinggir jalan,” kata Herman, tadi malam.

Sebagai penyelundup narkoba, Dorfin sangat lihai. Itu dibuktikannya saat kabur dari Rutan Polda NTB.

Hal serupa diulangi tersangka sesaat setelah tertangkap. Dorfin berusaha menyuap anggota Reskrim Polres Lotara yang menangkapnya. Dia menawari uang sebanyak Rp 6 juta. Uang dibungkus Dorfin menggunakan daun.

“Tersangka berusaha menyuap anggota. Aksinya tentu ditolak,” terang Herman.

“Malah dia minta ditembak mati saja,” tambah dia.

Setelah menangkap Dorfin, tim Reskrim Polres Lotara membawa tersangka ke Polda NTB. Hingga pukul 01.00 Wita, Dorfin masih menjalani pemeriksaan di ruang Bidang Profesi dan Pengamanan Polda NTB. Tim dari Bid Dokkes juga melakukan pengecekan kesehatan terhadap yang bersangkutan.

“Iya, Alhamdulillah sudah tertangkap,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Yus Fadillah terkait penangkapan Dorfin.

Sementara itu, pengakuan pedagang di Pusuk Pass menyebutkan, Dorfin kerap terlihat antara pukul 22.00 Wita hingga 23.00 Wita, selama sepekan terakhir. Tiap malam, Dorfin keluar dari arah Hutan Pusuk menuju ke kios-kios pedagang.

“Sering minta makan di sini. Minta roti sama air,” kata salah seorang pedagang.

Tidak saja meminta-minta Dorfin juga dicurigai sering mencuri makanan warga. “Warga yang pergi ke kebun, bawa bekal, pas bekalnya ditinggal itu sering hilang. Kita curiga kalau dia (Dorfin) yang mengambil,” terang Safwan, warga Desa Lembah Sari.

Dorfin kabur dari Rutan Polda NTB pada, Senin (21/1). Pria asal Prancis tersebut sebelumnya tertangkap di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Lombok Tengah (Loteng), akhir September 2018. Yang bersangkutan merupakan kurir narkotika internasional.

Bukti kuat sebagai kurir internasional mencuat saat tim gabungan dari Bea Cukai dan polisi menangkap Dorfin. Pelaku mengemas dengan rapi narkoba yang dibawanya menggunakan dua koper.

Narkoba yang dibawa Dorfin berjenis methylenedioxy methamphetamine (MDMA) atau biasa dikenal sebagai ekstasi, amphetamine, hingga narkoba sintetik yakni ketamine. Barang haram senilai Rp 3,2 miliar dibawa Dorfin dari negara asalnya, Prancis.

Ketika menggeledah koper pelaku, didapati narkoba dengan berat total 3.194,57 gram. Rinciannya, 9 bungkus besar kristal berwarna cokelat diduga narkotika jenis MDMA seberat 2.477,95 gram; satu bungkus besar berupa bubuk putih diduga narkotika jenis ketamine seberat 206,83 gram; dan satu bungkus serbuk berwarna kuning dari jenis amphetamine dengan berat 256,69 gram.

Selain dalam bentuk bubuk, pelaku juga membawa narkotika dengan bentuk pil atau tablet diduga ekstasi sebanyak 850 butir. Dari jumlah tersebut, 22 butir adalah pil berwarna cokelat dengan bentuk tengkorak.

Sebagai kurir narkoba professional lintas negara. Dia mendapat upah 5 ribu Euro untuk satu kali pengantaran atau sekitar Rp 85 juta.

Pelaku membawa barang tersebut langsung dari Prancis dengan tujuan Lombok. Dorfin bukan kali pertama datang ke Indonesia. Sebelum tertangkap, yang bersangkutan telah empat kali masuk Indonesia. Ini berdasarkan catatan di paspor pelaku. (dit/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks