alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Butuh Lahan untuk Sarana Penunjang

MATARAM-Pengerjaan pembangunan proyek Monumen Mataram Metro terus dikebut pemkot. Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, saat ini tim sedang bekerja untuk proses pembebasan lahan sarana penunjang monumen. “Sarana penunjang itu akan ada area parkir dan gerbang underpass,” tegasnya, kemarin (1/3).

Sebelum pembebasan lahan,  Pemkot Mataram akan menggelar konsultasi publik dengan pemilik lahan. Hal ini bertujuan untuk meminta dukungan dan persetujuan masyarakat di sekitar kawasan Monumen Mataram Metro.

Rencananya, dua sarana penunjang itu akan dibangun di atas lahan seluas 42 are. Letaknya tidak jauh dari monumen di daerah Jempong, Bypass BIL II. Berkaitan dengan respons pemilik lahan, Tura menjelaskan, bahwa mereka setuju dan mendukung rencana tersebut. “Alhamdulillah pada prinsipnya mereka setuju dan mendukung lahannya dibebaskan,” terangnya.

Setelah konsultasi publik, dalam waktu dekat tim appraisal akan segera menentukan harga pembebasan lahan. Supaya proses pembangunan dua sarana ini bisa segera rampung. “Kita memang belum bayar ya, karena semuanya sekarang sedang berproses,” jelasnya.

Ia menyebut, ada beberapa tahapan dalam proses pembayaran pembebasan lahan. Di antaranya, meminta persetujuan, menandatangani berita acara persetujuan, kemudian pemilik lahan menyerahkan fotokopi KTP dan sertifikat lahan. Selanjutnya langsung dilakukan pemetaan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mataram.

“Hasilnya nanti akan diberikan ke Tim appraisal untuk menentukan berapa pemkot harus membayar ke pemilik lahan, mereka akan menghitung apa saja yang berdiri di lahan itu,” ujarnya.

Setelah proses pembayaran selesai, maka pemkot memberikan tenggang waktu selama dua atau tiga bulan. Supaya pemilik lahan segera mengosongkan lahan tersebut.

Terkait anggaran, sudah tidak ada masalah. Sebab anggaran pembebasan lahan juga bersumber dari pembangunan proyek Monumen Mataram Metro yang menelan APBD 2019 Pemkot Mataram mencapai Rp 11 miliar. “Kami harus bergerak cepat karena proyek ini semuanya harus rampung pada tahun ini,” tutup Tura. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks