alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

CPG Rusak, Serius Mau KLA?

MATARAM-Beberapa fasilitas Child Playground (CPG) di taman-taman kota tak terurus. Bahkan banyak yang telah rusak dan tak bisa dipakai lagi. Salah satunya seperti di Taman Sangkareang. Fasilitas CPG bahkan beberapa di antaranya sudah tidak bisa dipakai lagi.

Taman yang ada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram itu hanya tinggal tunggu waktu. Sampai semua rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Belum terlihat upaya perbaikan setelah sekian lama fasilitas itu rusak.

“Bagaimana tidak rusak nenek-nenek dan orang dewasa ikut pakai,” ungkap Nanang Edward, Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH), Dinas Perkim Kota Mataram.

Fasilitas itu sebenarnya diperuntukkan bagi anak-anak. Untuk mendukung program Kota Layak Anak (KLA) yang selama ini gencar dikampanyekan. Tapi kampanye yang konsisten tidak diikuti dengan semangat untuk konsisten merawat fasilitas. Karena fasilitas rupanya tidak hanya dipakai anak-anak. Tapi orang tua dengan bobot yang lebih berat. Satgas Pertamanan pun seakan tak berdaya melawan kengototan para orang tua yang ingin ikut menikmati fasilitas bermain di sana. “Kuncing-kucingan malah sama satgas,” sesalnya.

Nanang sendiri mengaku ingin memperbaiki fasilitas itu. Bagaimanapun menurutnya hak anak-anak dilindungi dari komitmen pemerintah menjadikan daerah ini KLA. Hanya saja, Nanang belum berani membuat target, kapan perbaikan fasilitas ramah anak itu. “Anggaran saya (di bidang RTH) kemarin di pangkas. Termasuk untuk perbaikan itu,” sebutnya.

Praktis rencana perbaikan fasilitas itu harus diundur. Sampai anggaran tersedia. Nanang sendiri berupaya akan kembali mengusulkan pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) nanti. Tapi ia sendiri tak yakin apakah anggaran itu bisa disetujui atau tidak. “Kita lihat nanti yang penting kita sudah usahakan untuk pengusulannya,” tandasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Abdul Malik menyesalkan kerusakan fasilitas ramah anak berupa CPG. Padahal komitmen kepala daerah sudah sangat jelas dan terang mendukung KLA di Mataram.

“Iklan rokok saja bisa kita batasi demi mewujudkan KLA, masa cuma perbaikan fasilitas ramah anak susah direalisasikan,” sesal Malik.

Menurutnya, jika persoalan para orang tua yang ikut bermain di fasilitas itu membuat CPG cepat rusak, seharusnya peran satgas ditingkatkan. Bukan malah kalah sama ibu, pengasuh, dan para orang tua.

“Kadang budaya itu perlu dipaksakan dan didisiplinkan, agar orang tua juga bisa menghargai fasilitas untuk anak-anaknya,” tandasnya. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks