alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Dishub Gak Konsisten! Gara-Gara Parkir, KBC Semrawut Lagi

MATARAM-Kendaraan bermotor kembali diperbolehkan parkir di bahu Jalan Selaparang. Akibatnya halaman Pura Meru yang digadang-gadang untuk jadi lahan parkir tidak berfungsi seperti kebijakan awal. “Karena kendaraan banyak yang terparkir di sepanjang jalan sana, halaman Pura Meru ini otomatis jadi kosong,” keluh salah seorang tukang parkir Wayan Sadnya.

Ia tidak memungkiri, kondisi tersebut membuat Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) menjadi semrawut. Meski sudah ada aturan yang hanya mengizinkan satu baris kendaraan roda dua dan adanya rambu larangan parkir disisi jalan untuk kendaraan roda empat, namun tetap saja masih ada masyarakat yang enggan mematuhi aturan itu.

Sementara, petugas Dinas Perhubungan Kota Mataram, kata Wayan sudah tujuh hari tidak terjun meninjau kawasan tersebut. Padahal jika tidak ada petugas maka kendaraan roda empat sering parkir semena-mena.

“Kalau kita arahkan mereka ke kantong parkir atau ke halaman Selaparang Square kebanyakan menolak dengan alasan sebentar belanja tetapi lama,” jelasnya.

Padahal kebijakannya, kendaraan roda empat boleh parkir tidak lebih dari 15 menit. Jika lebih dari itu, tentu pemiliknya akan ditindak. Karena petugas Dishub Kota Mataram tidak ada, maka Wayan sebagai tukang parkir hanya sebatas memperingatkan saja. Dia tidak berani menindak karena tidak memiliki kewenangan apa-apa

“Kita sudah sosialisasi kepada orang-orang yang datang ke sini, kami jelaskan aturannya kalau boleh hanya sekian menit, tetapi kalau melanggar kami gak ada kapasitas menindak,” kata Wayan.

Untuk membantu dishub, pria 39 tahun ini bersama teman-teman membuat tanda parkir sendiri. Supaya pengunjung tahu mana tempat parkir yang disediakan. Karena itu, dia berharap dishub bisa menerjunkan tim-timnya kembali ke KBC.

Kepala Dishub Kota Mataram M Saleh berkilah bahwa tidak diterjunkannya tim petugas ke kawasan itu karena harus menertibkan lalu lintas di depan Hotel Lombok Raya karena adanya Rakernas ADEKSI. Selain itu, penataan kawasan ternyata dalam tahap evaluasi.

“Masa kami mau jaga terus, kan di Kota Mataram masih banyak titik yang membutuhkan petugas, makanya saat ini kami dalam tahap evaluasi kalau ada pelanggar ya tindak,” terangnya.

Saleh menjelaskan, memang saat ini kantong parkir yang telah disediakan masih dalam kondisi kosong. Maka dari kebijakan, jika ada kelebihan kendaraan yang parkir satu baris di Jalan Selaparang dan petugas parkir harus mengarahkannya ke halaman Pura Meru.

“Kami gak mau itu dibiarkan kosong juga, rencananya akan kami peruntukkan halaman parkir Pura Meru untuk kendaraan yang parkir di Jalan Umar Maya, kami arahkan ke sana,” tutupnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks