alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Fathurraman : Ini Pekerjaan Terberat di Dunia dan Akhirat Saya

Perannya mungkin tak terlalu banyak yang memperhatikan. Tetapi ia telah menyambung persaksian abadi, tidak hanya di dunia. Tapi hingga masa pengadilan Tuhan digelar!

 LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

=================================       

PRIA jangkung itu menaruh tas hitamnya dengan pelan. Dari dalamnya ia mengeluarkan sebuah Alquran. Dengan takzim ia mendekap di dadanya. Sejurus kemudian ia telah berjalan menuju sebuah kursi kosong. Di samping para pejabat yang akan dilantik.

Baju rohaniawan yang ia kenakan berkibar pelan. Pria itu begitu tenang namun tak mengurangi sikapnya yang takzim dan penuh hormat.  Sedikit membungkuk takzim. Baju rohaniawan serupa baju para hakim itu berkibar. Pelan.

Ia M Fathurraman. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Selaparang. Entah sudah yang keberapa kali ia dipercaya menjadi saksi dan pemegang Alquran untuk sumpah pejabat. “Kalau dihitung sejak saya dilantik jadi kepala KUA sepertinya sudah ribuan kali,” kata Fathur, lembut.

Orang dengan mudah akrab dengan Fathur. Sikap dan tutur bahasanya yang teduh dan lembut. Begitu cepat menggambarkan pria ini sosok yang menyenangkan dan mendamaikan. Tak salah jika ratusan kali menggelar pelantikan pejabat, pemkot selalu mempercayakan tugas ini pada dia. “Iya ini pekerjaan yang berat di dunia dan akhirat,” akunya.

Lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya ini memang tak sekadar mengangkat kitab suci. Di atas kepala para pejabat yang mengikararkan janji setia. Lebih dari itu kelak Fathur akan bersaksi di hadapan pengadilan Tuhan atas ribuan pejabat yang telah ia saksikan sumpahnya.

Kala itu tidak ada seorang pun yang bisa membayar kesaksiannya. Tidak pula materi semulia apapun yang dapat mengoyakhan kesaksiannya di hadapan Tuhan. Atas sumpah dan janji yang telah diucapkan dengan lantang. Oleh para pejabat.

“Karenanya saya memohon dan berpesan. Bekerjalah dengan sesungguh-sungguhnya dan sebaik-baiknya, karena itu akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hadapan Tuhan,” imbuhnya.

Tugas sebagai saksi kelak di akhirat mungkin tidak akan berat bagi Fathur. Di masa peradilan Tuhan yang diyakini pasti terjadi oleh semua umat Islam itu bersaksi mungkin pekerjaan yang paling mudah.

“Beda dengan di dunia, mungkin kita berat bersaksi karena masih bisa dipengaruhi iming-iming materi,” ujarnya.

Tapi di peradilan Tuhan tak ada yang bisa sembunyi. Kejujuran menjadi hal yang sangat mudah dan pasti dilakukan di akhirat kelak. Di saat itu Fathur mungkin tidak akan bisa menolong saudara, sahabat, dan kawannya yang telah ia ambil sumpahnya dengan kesaksian yang meringankan.

Karenanya, ia berharap mereka yang telah diambil sumpah bekerja dengan sebaik-baiknya. Setulus-tulusnya. Dan hanya takut pada Pencipta. Bukannya manusia.

“Setiap orang pasti pernah salah, memang sudah fitrah kita bisa salah. Tapi sudah sewajarnya, setelah salah jangan diulangi agar beban sumpah itu kelak tak terlalu berat,” nasehatnya.

Bagi Fathur momen yang paling berat yakni saat mengangkat Alquran di atas kepala pejabat. Bukan berat dalam arti harfiah, karena itu tak lebih sekadar musaf yang tebalnya hanya beberapa ratus halaman.

Tapi Fathur sadar, Alquran itu telah menjadi simbol pertalian janji. Antara pengucap janji dengan Tuhan yang menciptakannya.

“Hati saya kadang bergetar, menyaksikan orang-orang yang bersumpah di bawah Alquran. Betapa janji yang ia ucapkan, begitu kuat persaksiannya kelak di hadapan Pencipta,” ulasnya.

Sekalipun sudah ribuan orang telah ia ambil sumpahnya. Rasa bergetar dan takut itu begitu kuat ia rasakan sampai saat ini dalam jiwanya. Bagaimana tidak, janji setia itu diucapkan di bawah kalam-kalam Tuhan yang tak terbantahkan.

“Saya lupa persisnya tapi sudah puluhan tahun saya terus yang dipercaya sebagai pengambil sumpah,” ungkapnya.

Fathur yang gemar mendengar lantunan indah qari membaca alquran di waktu senggang melalui smartphonenya tak tahu sampai kapan ia akan dipecaya mengemban amanah mulia itu. Tapi semasa ia masih bisa menunaikannya dengan baik, ia memastikan selalu siap. Berdiri di samping para pejabat dan mengangkat alquran. “Termasuk diminta isi doa pun saya siap,” imbuhnya.

Beberapa pejabat mungkin akan lupa setelah bersumpah. Lalu ada yang larut dalam euforia kebahagiaan naik jabatan. Tapi Fathur telah merekam, semua persaksian mereka. Hingga kelak di masa Hari Perbalasan.

“Baju rohaniawan ini, semua kepala KUA, kanwil, dan kemenag punya baju ini,” jelasnya memperlihatkan baju rohaniawan yang ia pakai.

Baju itu boleh lusuh. Tapi serupa pita suara, baju itu juga telah ikut ‘merekam’ persaksian para pejabat yang dilantik dan pernah ia ambil sumpahnya. Kelak selain Fathur yang akan bersaksi sendiri. Baju itu pun akan bersaksi hingga yang bersumpah tidak bisa lagi membantah.

“Dewan hakam juga punya seperti ini,” tandasnya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks