alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Sebelum Positif Korona di NTB, Pasien YT Hadiri Seminar Gereja di Bogor

Pasien LJ Hadiri Ijtima Ulama di Gowa Sulawesi Selatan

MATARAM—Kota Mataram kini menjadi wilayah dengan jumlah pasien positif Korona tertinggi di NTB. Hingga, Rabu (1/4) malam tercatat tiga pasien positif. Ketiganya memiliki riwayat interaksi dengan daerah terpapar korona di luar NTB.

Seperti pasien YT, warga ber-KTP Bali itu merupakan salah satu pendeta gereja GPIB Mataram. Ia bertugas dalam musyawarah pelayanan Bali–NTB. Tanggal 25 Februari dia menghadiri kegiatan seminar gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Hotel Aston, Kota Bogor, Jawa Barat pada 25-28 Februari 2020 . Tanggal 27 Februari  kembali melalui penerbangan Jakarta-Lombok.

Seperti diberitakan sebelumnya sejumlah pasien dinyatakan positif korona di Indonesia tercatat menghadiri kegiatan ini. Mereka tersebar mulai dari  Solo, Yogyakarta, Batam, Lampung, Samarinda dan kini di Mataram.

Kemudian tanggal 6 Maret YT sempat bepergian  ke Bali. Tanggal 7 Maret dia kembali ke Kota Mataram, dan berdomisili di Kekalik Kijang, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela. Tanggal 15 Maret sempat memimpin ibadah di gereja GPIB di Mataram.

Tanggal 18 Maret, dia memeriksakan dirinya ke dokter THT di Kota Mataram. Tanggal 23 Maret, masuk IGD RSUP NTB dengan keluhan demam dan batuk. Tanggal 24 Maret dia diisolasi di RSUD NTB. Baru 31 Maret lalu dinyatakan positif Covid–19. Kondisinya kini berangsur membaik.

Kemudian, LJ, 44 tahun, warga Rembiga Kecamatan Selaparang itu merupakan salah satu jemaah tablig. Tanggal 18 Maret, berangkat dari Lombok International Airport (LIA) menuju ke Makasar untuk menghadiri Ijtima’ Ulama Internasional wilayah Asia, di Gowa, Sulawesi Selatan.

Tanggal 22 Maret, dia pulang dengan penerbangan Makasar-Lombok. Sesampainya di Lombok, dia langsung dipemeriksa tim KKP di bandara menggunakan thermogun, suhu tubuhnya 38,5 derajat Celcius. Dia langsung dibawa ke RSUD NTB untuk diisolasi.

LJ tidak sempat pulang ke rumah, karena saat tiba di bandara langsung dikarantina selama 14 hari di RSUD NTB. Tanggal 31 Maret, dia dinyatakan positif Covid–19. Kondisinya juga membaik.

Adapun almarhum J, 55 tahun asal Dasan Agung diketahui memiliki riwayat pernah berkunjung ke Jakarta sebelum akhirnya terjangkit dan meninggal di RSUD Kota Mataram, Jumat (27/3) lalu.

 

Mataram Kerja Keras Lawan Korona

Terkait hal ini Wali Kota Mataram  Ahyar Abduh mengaku akan mengerahkan seluruh potensi yang tersedia untuk membebaskan Mataram dari “Zona Merah” korona ini.

“Ya, sekarang kita masuk zona merah,” kata Ahyar  dengan nada lemas usai melakukan rapat tertutup dengan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram di Pendopo Wali Kota Mataram, kemarin (1/3).

Saat ini, kata Ahyar, gugus tugas Covid-19 Kota Mataram masih melakukan penyemprotan disinfektan di Kelurahan Kekalik Jaya dan Rembiga. Sebelumnya, pemkot juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di Lingkungan Dasan Agung.

Tak hanya itu, pemkot juga akan melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak fisik dengan tiga orang yang dinyatakan positif Korona tersebut. “Saya sudah tekankan agar dicari sampai ujungnya,” tegas Ahyar.

Warga yang positif Korona ini ada dua klaster. Yakni klaster Gowa dan klaster Bogor. Jadi ia meminta 60 warga yang ikut dalam Ijtima Ulama Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan terus dipantau dan diawasi. Bila perlu, ia meminta warga melakukan isolasi mandiri di tempat tinggal masing-masing.

“Kita sudah minta camat dan lurah melakukan pengawasan. Polri, TNI, dan Satpol PP juga akan memantau,” ucapnya.

Ia meminta warga jangan menyepelekan wabah virus Korona ini. “Kalau tidak mau isolasi mandiri, kami siapkan tempatnya,” kata Ahyar.

Pemkot akan melakukan kerja keras memutus rantai penyebaran Covid-19. Ia juga meminta masyarakat untuk membantu pemerintah. Caranya dengan mentaati apa yang menjadi imbauan pemerintah. Seperti social distancing, physical distancing, hindari keramaian atau kerumunan dan kurangi aktivitas di luar rumah.

Ahyar sudah meminta keluarga yang positif ditracking. Siapapun yang melakukan kontak dengan warga positif, kini statusnya masuk ODP. Ada pemerikasaan. Jika ada gelaja akan naik statusnya menjadi PDP. “Pokoknya kita akan lakukan pengawasan ketat,” ungkap Ahyar.(ili/jay/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.
Enable Notifications.    Ok No thanks