alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa.

Ketika korona belum ada obatnya seperti saat ini pembatasan-pembatasan telah membuat khawatir berlebihan. Ekonomi lumpuh, tempat ibadah dan hiburan ditutup justru membuat warga tertekan. Stres.

“Tapi mungkin saya agak nyeleneh, saya mengingatkan ke masyarakat, kita terlalu kecemasan dan ketakutan berkepanjangan,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Dokter Jack, ini menegaskan Korona sampai saat ini tidak ada obatnya. Korona sama seperti flu syndrome. Sehingga yang dibutuhkan adalah imunitas.

“Pemerintah jangan terlalu melarang orang tapi protokol (Covid-19) itu tetap jalam. Mal buka, masjid buka,” tegasnya. “Bukan vaksin obatnya tapi imunitas. Imun itu bisa diperoleh dengan euforia (bahagia),” sambungnya.

 

Hal ini disampaikan dr Jack, berkaca dari pengalamannya melakukan penaganan korona di Mataram. Pola penanganan saat ini tak sepenuhnya berjalan. Menurutnya dalam kondisi sat ini semua orang di NTB bahkan Indonesia menurutnya bisa terpapar korona. Berlindung di rumah tidak menjamin seseorang akan terpapar. Tetapi ketika orang terpapar, maka akan muncul imunitas.

Sama seperti flu biasa, menurutnya obatnya adalah istirahat, dan tambaham vitamin. Hanya saja memang warga yang memiliki penyakit penyerta rentan terpapar dan disarankan lebih banyak di rumah.

Selama ini, warga yang meninggal akibat korona ini dikatakannya punya penyakit sertaan. Diabetes, hipertensi, TBC, pneumonia, kangker dan yang lainnya. Inilah yang diswab. Ketika mereka diswab maka dr. Jack memastikan mereka akan positif.

“Inilah yang menjadi perdebatan kami. Jangan semua mati disebut karena Covid-19. Ini referensi dari luar juga, bukan hanya di Indonesia. Tetapi tetap kita terapkan protokoler dan orang yang rentan kita minta jangan terlalu banyak keluar rumah,” urainya.

Jika kemudian ada tenaga kesehatan yang positif, itu menurutnya juga wajar. Karena mereka berjibaku dengan Covid-19 selama beberapa bulan terakhir.

Ia menjelaskan semua orang bisa berstatus Orang Tanpa Gejala. Maka solusinya adalah meningkatkan imun. Bisa dengan berolahraga, bernyanyi, makan-makan, atau aktivitas menyenangkan lainnya. “Saya ini dokter, direktur rumah sakit, saya tahu dan amati pasien yang saya rawat. Jadi saya analisa pasien saya,” tegasnya.

Selama di Wisma Nusantara yang dijadikan rumah sakit darurat ringan dr Jack menuturkan ada beberapa anak yang positif korona. Mereka dirawat dan diswab beberapa kali, hasil ternyata tetap positif. Ia mendapati alasannya karena mereka stress.

Sehingga ia memberikan mereka bermain, menggambar, menanam tumbuhan, hingga membawakan peralatan olahraga dan alat musik. Ini yang kemudian akan menjadi hipotesanya. Agar mereka senang.

“Kalau mereka senang pasti naik imunnya. Sampai kapan mereka stay at home? Kalau yang banyak uangnya sih enak ngomong. Orang jenuh pada imbauan itu tapi tetap taat pada protokoler agar tidak menularkan pada warga yang rentan,” tandasnya. (ton/r3)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks