alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Pandemi Korona, Pendapatan RSUD Mataram Anjlok

MATARAM-Pandemi Covid-19 membuat pendapatan RSUD Kota Mataram anjlok. Dari semula bisa meraup Rp12 miliar per bulan, kini hanya tersisa maksimal Rp3 miliar. ”Turun. Cuma 25 persen tiap bulan selama covid ini,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra.

Penanganan Covid-19 mulai dilakukan RSUD Kota Mataram dari Maret lalu. Artinya sudah tiga bulan pendapatan rumah sakit berkurang. Jika dikalkulasi, dari seharusnya bisa meraup Rp 36 miliar menjadi hanya Rp9 miliar. Selama tiga bulan terakhir.

”Sangat drop. Makanya dari Juni ini kita buka lagi pelayanan yang reguler,” ujarnya.

Penurunan pendapatan tersebut, membuat RSUD Kota Mataram kesulitan mencapai target mereka. Pada tahun ini, RSUD mematok target pendapatan hingga Rp150 miliar. ”Sulit kita mencapai itu. Kembali pokok saja sulit. Tapi kita masih ada kesempatan untuk menaikkan pendapatan dari sebelumnya,” katanya.

Salah satu cara untuk menaikkan pendapatan, yakni dengan membuka kembali pelayanan kesehatan reguler. Termasuk untuk kasus-kasus maternal. Yang sebelumnya sempat dialihkan ke rumah sakit lain.

Karena itu, RSUD Kota Mataram tidak lagi hanya menangani kasus atau pasien positif Covid-19. Layanan untuk pasien reguler kembali dibuka. Seperti sebelum pandemi.

Pembukaan layanan reguler ditandai dengan beralihfungsinya gedung Graha Mentaram. Semula, gedung ini dijadikan ruang perawatan dan isolasi untuk pasien positif Covid-19. Kini diisi pasien reguler.

Pasien positif Covid-19 dipindah ke IGD pengembangan. RSUD Kota Mataram juga menjadikan wisma nusantara sebagai mini hospital. Bagi pasien positif. ”Yang sudah lama-lama positifnya, itu kita geser ke wisma nusantara,” tutur Jack sapaan karibnya.

Pelayanan reguler akan dilakukan dengan protokol pencegahan Covid-19. Secara ketat. Dilakukan pengecekan lengkap terhadap pasien reguler. Yang datang untuk berobat atau menjalani rawat inap.

Sebelum menjalani perawatan, semua pasien reguler akan menjalani pemeriksaan awal. Petugas akan melakukan rapid tes hingga foto thorax. Jika dinyatakan klir dari virus Korona, akan dilanjutkan dengan memberi pelayanan kesehatan.

”Kita betul-betul seleksi. Mengikuti SOP Covid, walaupun pelayanan yang diberikan ini untuk pasien reguler,” katanya.

Bagi Jack, Covid-19 bukan halangan. Hanya sebagai rintangan RSUD Kota Mataram untuk memperoleh pendapatan lebih tinggi lagi. ”Seperti di balapan itu, bisa kita lewati kok ini,” tandas Jack. (dit/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks