alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Ini Dia Juaranya! Lomba Fotografi Lombok Post

MATARAM-Lomba Fotografi Lombok Post 2019 resmi ditutup. Dengan mengangkat tema 28 tahun Lombok Post berkarya, ratusan hasil karya fotografi peserta dari berbagai kalangan dan latar belakang, dinilai.

Penjurian dilakukan di Kantor Graha Pena Lombok Post, kemarin (1/9). Ketiga Juri yang memiliki latar belakang fotografi, yakni Ivan Mardiansyah, Ahmad Subaidi, dan Imran Iswadi, beradu pendapat, menentukan foto terbaik diantara yang terbaik.

Proses penjurian dimulai jam 10 pagi. Ketua Panitia Lomba Fotografi Lombok Post Sirtupillaili memperlihatkan ratusan foto yang dikirim masyarakat ke surat elektronik (surel) lomba. Ketiga juri diperlihatkan foto-foto karya perserta, tanpa diberitahu nama peserta oleh panitia.

Melalui perdebatan yang cukup panjang, dipilih dari ratusan foto tersebut, yang sesuai dengan tema yang diangkat. Setelah Melihat mana yang layak masuk ke babak selanjutnya. Ketiga juri kembali mengerucutkan menjadi enam foto Yang layak mendapat juara satu hingga juara harapan tiga.

Ketiga dewan juri sangat cermat dan hati-hati dalam memilih. Selain harus memperhatikan teknik-teknik fotografi, mereka juga harus melihat orisinilnya karya tersebut. Dan yang paling penting, harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Barulah, tepat pukul 12 siang, dengan berbagai silang pendapat yang betul-betul menyita waktu, karena masing-masing juri memiliki penilaian dan sudut pandang sendiri dalam melihat foto-foto tersebut, akhirnya, ke enam foto tersebut ditentukan juaranya. Juara satu diraih Dwi Ariani, juara dua oleh Eka Septiana, kemudian juara tiga diberikan kepada Agus Kurniawan.

Selanjutnya juara harapan satu diraih Eko Sugiopranoto, juara harapan dua Bentang Alif, dan yang terakhir juara harapan tiga diberikan kepada Imam Taufik Hidayat.

Direktur Lombok Post Alfian Yusni mengatakan, melihat antusiasme masyarakat terhadap lomba tersebut, kegiatan seperti ini diharapkan berkelanjutan. Menurutnya, lomba ini digelar, agar generasi millennial tetap aktif menyaring informasi melalui media massa.

Selain itu, bisa memberi wadah bagi anak-anak muda yang berkecimpung di dunia fotografi, bahwa foto tidak hanya mencakup objek alam saja. Namun, foto juga sangat dekat dengan jurnalistik.

“Paling tidak memberi pengalaman kepada mereka dan tahu kehidupan media seperti apa,” ujarnya.

Alfian juga memberi selamat pada para pemenang. Tentu saja, dari lomba semacam ini, tidak hanya untuk meningkatkan keahlian dalam bidang fotografi, tetapi pemenang bisa Lomba Fotografi Lombok Post 2019 bisa menyalurkan kegiatan positif ini kepada rekan-rekannya yang lain.

“Selamat pada pemenang, semoga bisa menyalurkan hal yang positif ini kepada teman-teman lain. Karena penting diingat, lomba ini juga menjadi ajang untuk menambah prestasi,” tegasnya.

Fotografer NTB Imran Iswadi memberikan apresiasi kepada Lombok Post. Dengan ratusan peserta yang ikut ambil bagian, menandakan bahwa Lombok Post sangat dekat dengan masyarakat NTB, dari berbagai kalangan. Sekaligus mengangkat kreativitas para fotografer. Karena ada sesuatu yang baru ditampilkan Lombok Post.

“Banyak kita lihat munculnya karya-karya fotografi yang bagus,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai penilaian, diakuinya memang sangat sulit. Karena harus memilih karya foto terbaik diantara ratusan foto tersebut. Tema yang benar-benar ditekankan pada foto tersebut. Diantaranya, harus bisa menggambarkan perkembangan, kiprah dan manfaat Lombok Post ditengah-tengah masyarakat NTB.

“Paling penting unsur-unsur itulah yang kita lihat pada foto itu, apakah mengarah ke tema atau tidak,” jelasnya.

Selain itu, yang menjadi kesulitan dewan juri sebenarnya dalam menarasikan arti dari karya fotografi yang dihadirkan. Semuanya memiliki ciri khas masing-masing. Karena mengangkat tema 28 tahun Lombok Post berkarya, tentu saja ada banyak interpretasi.

Banyak teknik foto yang perlu diperhatikan. Mulai dari pencahayaan, sudut pengambilan gambar, kemudian suasana yang ingin dihadirkan  yang dibalut dalam tema.

“Penggambaran arti dari foto yang diunggah juga beda-beda, kesulitannya kami menangkap maksud dan makna dibalik gambar mereka,” kata Imran.

Terkait dengan silang pendapat yang ada, menurutnya hal itu sangat wajar. Masing-masing dewan juri pun memiliki sudut pandang tersendiri. Namun, terlepas dari semua itu, Imran berharap Lombok Post tetap berkarya, mengangkat nama daerah dan selalu menyajikan kabar daerah yang informatif dan aktual.

Kemudian, besar harapannya agar Lombok Post mempertahankan lomba semacam ini, karena menurutnya baik itu foto dan dunia jurnalistik berada dalam satu tarikan nafas.

“Kami akan menunggu event-event selanjutnya,” tandas Imran.

Dewan Juri sekaligus fotografer Antara Ahmad Subaidi mengatakan, dalam memilih karya yang terbaik, tetap saja ada perbedaan. Menurutnya, hal itu sangat bagus karena bisa melihat sudut pandang masing-masing dewan juri lain seperti apa.

“Saya sadar bahwa sudut pandang kami berbeda dan mengetahui masing-masing karakter dalam menangkap suatu gambar itu luar biasa. Pemahaman kami juga bertambah,” tutupnya. (yun/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks