alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

NTB Karnaval Heritage Berlangsung Meriah

MATARAM-Geopark Rinjani Lombok tidak hanya kaya dengan sumber daya alam, tapi juga warisan budaya. Beragam kesenian, adat dan tradisi menjadi jiwa yang hidup di tengah masyarakat. Masing-masing warisan budaya memiliki ciri khas dan filosofi tersendiri.

Hal itu tergambar dalam Karnaval Heritage Lombok-Sumbawa, di Kota Mataram, kemarin (1/9). Berbagai atraksi budaya, tradisi, seni tari, pakaian adat, makanan tradisional, hingga tarian kolosal ditampilkan dalam karnaval tersebut.

Busana berbahan sampah plastik dan dedaunan menjadi pembuka dalam karnaval itu. Meski bebahan sampah, namun para model yang menggunakan busana nampak anggun dengan desain busana yang megah. Busana berbahan sampah itu sengaja ditampilkan sebagai bagian dari kampanye “Zero Waste”. Sekaligus mengajak masyarakat mengelola sampah menjadi barang bermanfaat.

Selain itu, keragaman tradisi budaya NTB, dari Ampenan hingga Sape Bima ditampilkan. Gelaran budaya tersebut berlangsung sangat meriah. Tidak hanya warga lokal, para peserta  Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium 2019 dari 30 negara juga hadir menyaksikan atraksi budaya itu.

Termasuk Prof Dr He Qingcheng selaku koordinator APGN, Setsuya Nakada, wakil koordinator APGN, dan Tan Vn Tran selaku anggota APGN Advisory Committee hadir dalam karnaval itu. Mereka tampak antusias menyaksikan atraksi budaya peserta karnaval.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, karnaval warisan budaya menjadi momentum menunjukan NTB sebagai salah tempat paling indah di dunia. NTB menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.  ”Semoga seluruh dunia bisa melihat NTB siap menerima seluruh visitornya,” tuturnya.

Selain atraksi budaya, rangkaian karnaval juga menampilkan demo membuat makanan cerorot, jajanan khas Lombok. Cara pembuatan jajanan tradisional dilakukan Wagub Sitti Rohmi juga peserta APGN dari berbagai negara.

Prof He Qiencheng yang  hadir bersama delegasi peserta simposium APGN menyatakan kagum dengan Carnaval Haritage tersebut.  Dia ikut demo untuk membikin bungkus cerorot yang terbuat dari janur kuning. Beberapa kali mencoba melilitkan janur ia tidak berhasil.

Pegelaran simposium APGN membangkitkan optimisme warga akan pulihnya pariwisata NTB pascagempa. Terlebih dengan gelaran karnaval yang melibatkan ratusan orang. Lalu Irfan, salah seorang warga mengaku sangat bangga dengan acara itu. Sebab budaya NTB bisa ditunjukkan sebagai aset daerah dan negara.

”Harapan saya, kita sama-sama  bekerja sama melestarikan budaya,” katanya.

Penuturan serupa juga disampaikan Kepala Desa Labulie, Mahjat yang ikut dalam karnaval terseut. Mahjat berharap, acara simposium APGN dapat menjadi awal untuk acara-acara internasional lainnya di NTB. Sehingga pariwisata NTB kembali bangkit. (ili/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks