Diduga Korona Warga India Diisolasi di RSUD NTB

MATARAM– Seorang warga negara India berinisial N, 35 tahun, diisilasi di RSUD NTB. ”Dia rujukan RS Selong, baru dugaan (Korona). Kini sudah ditangani tim medis,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD NTB dr Nyoman Wijaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (2/3).

Pasien dimasukkan ke ruang isolasi sebagai bentuk antisipasi. Tim medis belum bisa memastikan apakah WN India tersebut positif atau negatif Korona. ”Besok (hari ini) baru kita ambil sampelnya dan dikirim ke Litbangkes Jakarta,” kata Nyoman.

Warga India itu merupakan pasien rujukan dari RSUD Selong, Lombok Timur. Dia tiba di RSUD NTB jam 18.40 Wita. ”Kondisinya baik, suhu tubuh 36,9 derajat Celsius dan tensi 110 per 70,” kata Nyoman.

Pihak RSUD Selong merujuk ke RSUD NTB karena dilaporkan panas, batuk, disertai sesak. Sesuai prosedur, pasien rujukan suspek Korona langsung dimasukkan ke ruang isolasi. ”Setelah diperiksa, tidak menunjukkan ke arah sana, sesak sudah tidak ada,” ungkapnya.

Petugas curiga karena N punya riwayat perjalanan dari India ke Malaysia, terus ke Jakarta, dan ke Lombok. ”Istrinya orang Lombok Timur dia berencana pulang,” kata Nyoman.

Dari keterangan istri, N sempat kehujanan sehingga dia mengalami batuk pilek, panas, dan sesak. ”Sekarang dia masih batuk kering, tekanan darahnya bagus, suhu 36,9 derajat Celcius, makan dan minum biasa,” jelasnya.

Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri menerangkan, seperti di daerah-daerah lain, Pemprov NTB wajib waspada COVID-19 yang disebabkan Virus Corona (SARS-COV-2). ”Namun kewaspadaan tersebut tidak boleh berlebihan, apalagi sampai kepanikan,” imbuhnya.

Dia menyarankan warga mengikuti saran para ahli dan pemerintah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Pemerintah segera memberikan informasi dan sosialisasi agar semua tetap tenang,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, SOP antisipasi Korona tetap sama seperti sebelumnya. ”Cuma kami akan meningkatkan sosialisasi dan berusaha menenangkan masyarakat,” katanya.

Jika sekarang ada warga Indonesia yang terjangkit Korona, tentu itu menjadi sesuatu yang baru. ”Pasti kita evaluasi SOP, kewasadaan terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan NTB sudah mengumpulkan semua rumah sakit di NTB dan menyepakati langkah-langkah penanganan. ”Semua rumah sakit kami minta menyiapkan ruang isolasi,” terang dr Eka.

Hampir semua RSUD sudah punya ruang isolasi, kecuali KSB yang belum punya. ”Tapi di Sumbawa ada RS Manambai yang punya,” katanya.

Sesuai prosedur, begitu ditemukan pasien suspek Korona, tim akan mendatangi tempat tinggal mereka. Prosedur itu sudah cukup lama diterapkan, sehingga tim sudah terbiasa. ”Ini episode keempat dari virus serupa seperti Sars dan Mers-CoV,” katanya.

Meski dua warga Indonesia positif Korona, dia meminta masyarakat tenang. Sembari melakukan aksi-aksi pencegahan, mulai dari mencuci tangan, menerapkan etika batuk, dan pola hidup sehat. ”Setiap orang akhirnya berperan dalam pencegahan Korona,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, N berada di Lotim untuk mengunjungi keluarganya di Dusun Dasan Gerung, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga. Dari India, N diketahui berangkat pada 16 Februari. Dia sempat transit selama empat jam di Malaysia sebelum ke Jakarta. Sementara dari Jakarta, N tidak langsung ke Lombok. Namun, tinggal di sana selama sepekan.

Pada 23 Februari, N baru berangkat ke Lombok. Tiga hari di Lotim, N kemudian diserang demam. Sampai pada siang kemarin, ia datang ke RSUD Selong untuk berobat. Setiba di RSUD, ia masih demam, kondisi tubuh lemas, dan batuk tidak berdahak. Sehingga tidak berlama-lama, N Langsung dirujuk ke RSUD NTB. (ili/tih/r6)