alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jorok, Masih Banyak Warga NTB BAB Sembarangan

MATARAM– Sembilan kabupaten kota di NTB belum bebas buang air besar (BAB) sembarangan. ”Hanya KSB yang bebas, tidak lagi ada penduduknya BAB sembarangan,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) NTB Marjito dalam keterangan pers di Lesehan Taliwang Nada, kemarin (28/2).

Dengan kata lain, penduduk di sembilan kabupaten kota lainnya masih ditemukan BAB sembarangan. Baik di saluran, sungai dan pinggir pantai. ”Untuk mengatasi ini tergantung komitmen daerah,” katanya.

Dia menyebut, dari 1.137 desa dan kelurahan di NTB, baru 629 desa dan kelurahan BAB sembarangan nol (basno) atau open defecation free (ODF). Itu menunjukkan masih banyak desa yang perlu ditangani agar berstatus basno. ”Ini penting, karena erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat,” katanya.

Bila daerah itu belum bebas BAB sembarangan, penduduknya rentan terkena berbagai macam penyakit seperti DBD, diare, Infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), dan penyakit kulit. ”Dipengaruhi itu, karena lingkungan kotor,” katanya.

Karena itu, dia berharap seluruh kabupaten kota di NTB benar-benar serius menangani masalah tersebut. ”Penanganan sanitasi yang baik juga selaras dengan penurunan angka stunting,” katanya.

Dengan status bebas BAB sembarangan, angka stunting di KSB merupakan yang terbaik di NTB. ”Prevalensi stunting KSB 18 persen sudah di bawah nasional,” katanya.

Ketua Implementasi Pengelolaan Sanitasi Aman KSB yang juga Kepala Dinas PU KSB H Amry Rakhman menjelaskan, keberhasilan KSB menjadi daerah basno tidak lepas dari komitmen kepala daerah. ”Program 100 hari bupati kami membuatkan ribuan jamban bagi warga,” katanya.

Dengan komitmen yang kuat, sejak 2016 silam Pemda KSB membangun jamban gratis bagi warganya. Dari 35 ribu rumah tangga (RT), 6.200 RT tidak punya jamban. Untuk membangun jamban, Pemda KSB menggunakan sistem gotong royong. ”Kami mengerahkan 1.000 agen untuk turun membangun jamban, dananya Rp 1,5 juta per jamban,” katanya.

Jika tidak menggunakan sistem gotong royong, satu jamban bisa menghabiskan Rp 3 juta. ”Dengan pola gotong royong kita bisa menghemat dana,” ujarnya.

Keberhasilan itu membuat Pemda KSB menjadi contoh bagi daerah lain. Bahkan kegiatan Advocacy Horizontal Learning (AHL) Percepatan Pencapaian Basno di NTB dan Implementasi Pengelolaan Sanitasi Aman di KSB. Kegiatan itu akan digelar 3-4 Maret mendatang. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks