alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Antisipasi Korona dari Luar, Pengawasan di Pintu Masuk Mataram Diperketat

MATARAM-Pembatasan kunjungan di setiap lingkungan semakin marak. Setelah tiga orang dari Kota Mataram dinyatakan positif terjangkit Korona. ”Yang memulai masyarakat sendiri. Tidak masalah,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang.

Bagi Martawang, apa yang dilakukan masyarakat merupakan upaya pencegahan. Mereka membantu juga imbauan pemerintah mengenai pembatasan jam malam. ”Itu salah satu cara untuk meningkatkan kewaspadaan mereka,” ujarnya.

Setelah muncul PDP positif, setidaknya sudah ada tiga lingkungan yang melakukan lockdown lokal. Seperti di Karang Bedil, Kelurahan Mataram Timur, dan Karang Pule, di Kecamatan Sekarbela.

Beberapa lingkungan di Kelurahan Dasan Agung juga melakukan hal serupa. Jalur masuk di gerbang utama Dasan Agung ditutup mulai pukul 22.00 Wita. Jika ada yang ingin masuk, warga akan menanyakan maksud kedatangan dan tujuannya ke mana.

Upaya pencegahan warga luar untuk masuk ke lingkungan, dipertebal Pemkot Mataram. Dalam skala yang lebih luas lagi. Mulai hari ini, pengetatan arus masuk manusia ke Kota Mataram dilaksanakan.

Ada tujuh pintu masuk yang dijaga ketat. Di simpang empat Dasan Cermen; Bintaro; Gerbang Tembolak; simpang tiga Turida; Gerimak; simpang empat Rembiga; dan simpang empat Selagalas.

Setiap pos ditempatkan petugas dari kepolisian dan TNI. Dibantu petugas Satpol PP. Pemkot juga menyiagakan petugas Dinas Kesehatan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); serta Dinas Perhubungan.

Martawang mengatakan, ketujuh titik tersebut merupakan jalur utama. Yang dilalui kendaraan antar kota dan provinsi. Sehingga perlu bagi pemkot untuk melakukan pemeriksaan bagi setiap warga yang lewat.

Screening dilakukan dengan pengecekan suhu tubuh. Setiap warga yang datang, akan ditanya juga tujuannya. Apa keperluannya selama berada di Kota Mataram. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, semua kendaraan yang masuk ke Kota Mataram akan di screening. Tidak ada pengecualian.

”Sudah ada petugas medis. Nanti dicatat nama, tujuan dan suhu tubuh mereka,” kata Ahyar.

Jika ditemukan gejala sakit, akan ditindaklanjuti ke RS yang ada di Kota Mataram. Ahyar mengatakan, pemerintah ingin memastikan tidak ada virus  Korona dari luar yang dibawa ke Kota Mataram.

”Ini cara kita memutus rantai penyebaran,” katanya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Astra Motor Gelar Kompetisi untuk Siswa SMA Sederajat

“Pelaksanaan AHMBS tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-18 dengan mengusung tema "Satu Hati Menuju Indonesia Maju” ujar Kepala Wilayah Astra Motor NTB Budi Yanto.

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks