alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Pagah Tak Mau Diisolasi, Warga ODP Korona Bakal Dijemput Paksa

MATARAM-Kali ini Pemkot Mataram bakal lebih tegas. Warga kota yang tak ingin mengolasi dirinya sendiri, bakal dijemput petugas kesehatan. ”Kita yang bakal isolasi dia,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Dalam beberapa hari ke depan, Kota Mataram bakal kedatangan ratusan. Bahkan ribuan warga kota yang baru pulang dari luar daerah. Sudah ada protokol kesehatan yang jelas mengenai kedatangan mereka.

Di tengah pandemi Korona, setiap mereka yang datang harus menjalani screening kesehatan secara ketat. Guna mengantisipasi bertambahnya kasus positif di Kota Mataram.

Langkah ini tak lepas dari tiga kasus PDP positif. Ketiganya positif setelah pulang dari luar daerah. Usia mengunjungi zona merah virus Korona. Satu orang dari Jakarta dan dua orang lainnya pernah mengunjungi Bogor, serta Gowa.

Ahyar menerangkan, screening untuk kesehatan sudah menjadi keputusan bersama. Yang harus diikuti masyarakat setelah bepergian dari luar daerah.

Hasil pemeriksaan nanti, akan menentukan apakah yang bersangkutan harus menjalani isolasi di bawah pengawasan petugas kesehatan. Atau melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

”Tergantung hasil dari pemeriksaan itu,” ujar Ahyar.

Kata Ahyar, pemkot terus melakukan antisipasi warga yang mudik. Tenaga kerja yang baru pulang dari luar negeri. Maupun pelajar dan mahasiswa yang berada di pulau Jawa. Mereka yang datang tidak diberikan izin untuk langsung pulang ke rumah.

Jika ada yang seperti itu, Ahyar meminta tetangga di sekitar untuk melaporkan kepada petugas di RT maupun lingkungan. ”Itu makanya, kalau memang masih susah, pemkot sendiri yang akan menjemput mereka untuk dilakukan isolasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, kerja untuk melawan virus Korona tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Masyarakat juga perlu terlibat.

Salah satu caranya, tentu dengan membatasi aktivitas di luar rumah. Untuk mereka yang baru pulang dari luar daerah, diharapkan bisa melakukan isolasi mandiri. Meski dalam keadaan sehat.

”Kita berjaga-jaga saja. Ini juga untuk kebaikan bersama,” kata Suwandiasa. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks