alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Udayana Tetap Ramai, Seperti Sedang Tak Ada Wabah Korona

MATARAM—Hampir tak terhitung berapa kali pemerintah maupun pemuka agama memberi imbauan agar warga mengurangi pertemuan dan ragam aktivitas luar rumah. Terlebih kini jumlah korona terus meningkat dan mencapai angka 85 kasus pada Sabtu (2/5).

Bahkan  Kementerian Kesehatan menetapkan  Mataram  sebagai daerah waspada penularan lokal Covid 19. Namun nyatanya masih banyak warga yang tak patuh.

Sore jelang berbuka puasa jalanan Mataram mulai dari Jalur Airlangga menuju Udayana di utara. Warga masih ramai hilir mudik. Mulai dari para penjual jajanan hingga mereka yang sekadar jalan-jalan sore.

Bahkan Sabtu (2/5)  selepas berbuka tadi malam, Jalan Udayana tetap ramai. Meski tak sepadat biasanya namun hampir semua bangku taman terisi. Banyak pasangan muda mudi bertemu menghabiskan malam Minggu. Berdua berdekatan di trotoar maupun di atas kendaraan. Bahkan banyak diantaranya tak mengenakan masker.Selain itu sejumlah pedagang jajanan seperti mangkal di sisi jalan.

“Memang tetap ramai terutama sore” kata Jafar salah seorang warga.

 

Banyak Warga Abaikan Imbauan

Sebelunya Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, pemerintah sudah melakukan imbauan. Kepada pengusaha terkait protokol pencegahan Covid-19 selama Ramadan ini.

”Kita minta untuk tidak melayani makan di tempat. Apapun alasannya,” kata Bayu.

Imbauan tersebut ditujukan kepada pelaku usaha yang menjual makanan dan minuman. Seperti rumah makan, restoran cepat saji, hingga penjual takjil dadakan di pinggir jalan. Supaya bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Korona.

”Harapan kita ada kerja sama. Beli, bungkus, bawa pulang, begitu,” ujarnya.

Jika terpantau ada pelanggaran, petugas Satpol PP siap mengambil tindakan. Berupa mengamankan alat jualan, hingga menutup rumah makan. Sesuai dengan kewenangan yang melekat.

Imbauan dari pemerintah, mengenai physical dan social distancing, bukan untuk pemkot, kata Bayu. Tapi demi kebaikan dan kesehatan warga Kota Mataram. Kondisi yang terjadi saat ngabuburit, tentu sangat disayangkan. Mereka yang mengabaikan imbauan pemerintah membuka peluang terjadinya penularan Covid-19 secara masif.

Menurut Bayu, petugasnya sudah cukup sering membubarkan kerumunan. Siang dan malam. Tapi ketika petugas pergi, warga kembali berkerumun. ”Kan tidak mungkin kita standby terus di beberapa titik itu,” ujarnya.

Bagi Bayu, warga yang tidak patuh dengan imbauan, sama saja mereka tidak ingin melihat Kota Mataram bebas dari wabah virus Korona. ”Biarkan saja. Toh tidak mau dikasih tahu warga Mataram yang masih bandel-bandel ini. Kasian anggota saya, batal puasa mereka lama-lama hadapi warga yang pagah,” cetus Bayu. (dit/r3/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks