alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Abaikan Lonjakan Korona, Pemkot Mataram Mulai Buka Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Lonjakan kasus positif korona pasca libur lebaran tak menyurutkan langkah Pemkot Mataram bersiap memasuki new normal. Pembatasan operasional fasilitas publik mulai dilonggarkan.  Kini, masyarakat diberikan kebebasan beraktivitas di masa pandemi Covid-19. Artinya, imun yang kuat akan bertahan, yang lemah akan tereliminasi.

“Ya seperti itulah sekarang ini,” kata Direktur RSUD Kota Mataram H dr Lalu Herman Mahaputra, Selasa (2/6).

Hingga Rabu (3/6) kasus positif korona di Mataram telah mencapai 247 kasus. 147 diantaranya masih dirawat, 97 sembuh dan sembilan meninggal. Namun pria yang akrab disapa Dokter Jack itu mengajak masyarakat tidak panik.

“Lebih baik perkuat imun tubuh,” pesannya.

Caranya, kata Dokter Jack, dengan berolahraga, minum vitamin, dan istirahat yang cukup. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan, cuci tangan, dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Menurutnya, selama imun kuat, virus Korona tak akan bisa berkembang. Apalagi menyerang. Itu sudah dibuktikan oleh 39 tenaga kesehatan (Nakes) yang dinyatakan positif virus Korona.

“Dari jumlah tersebut, 50 persen sudah sembuh,” ungkapnya.

Terpisah, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengapresiasi, penanganan Covid-19 di RSUD Kota Mataram. “Kita apresiasi apa yang dilakukan Nakes menangani pasien Korona,” katanya.

Ia memberikan semangat dan motivasi kepada para Nakes. Karena jika tidak ada mereka, Ahyar mengaku tidak bisa membayangkan seperti apa Korona ini di Kota Mataram.

Dalam kesempatan itu, Ahyar juga menagaskan rencana Pemkot Mataram menerapkan new normal. Bahkan, pusat perbelanjaan yang sempat ditutup sudah diizinkan buka kembali. “Yang penting masyarakat dan pengusaha menjalankan protokoler Covid-19,” kata Ahyar yang kemarin meninjau Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Pantauan Koran ini, protokoler penanganan Covid-19 di mal terbesar di Kota Mataram berlapis. Setiap pengunjung yang masuk dicek suhu tubuhnya di pintu masuk. Setelah itu, mereka diminta menggunakan handsanitizer yang disiapkan.

Tak hanya itu, para pengunjung yang akan masuk ke setiap tenant juga kembali dicek suhu tubuhnya. Dan menggunakan handsanitizer yang disiapkan setiap tenant.

“Ingat yang dibuka ini tidak hanya pusat perbelanjaan. Tapi tempat ibadah, seperti masjid dan lainnya juga kita buka,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk melawan virus Korona. Dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Cuci tangan dan selalu menggunakan masker setiap beraktivitas di luar rumah.

Dalam kesempatan itu, Ahyar juga meminta tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram jangan kendor menerapkan penanganan dan pencegahan Korona.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Amran M Amin mengatakan, jika pusat perbelanjaan terus-terusan ditutup, maka akan berimbas pada karyawan. Ujung-ujungnya akan ada PHK dan angka pengangguran semakin meningkat. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks