alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Jalan Baru Tohpati Bakal Dipasangi Pita Penggaduh hingga Bangun Pos Pantau

MATARAM-Anggota DPRD Kota Mataram Ali Aswandi siap membantu pemerintah menuntaskan persoalan balap liar di Jalan Baru Tohpati (JBT). Wakil rakyat Dapil Sandubaya ini akan menyiapkan anggaran dari dana program aspirasi dewan sekitar Rp 50 juta untuk pembuatan pita penggaduh di ruas jalan tersebut.

“Nanti kami anggarkan untuk pita penggaduh ini dan pos pantau,” kata Ali.

Selain itu, Ali mengaku telah menyiapkan solusi jangka pendek berkoordinasi dengan para kepala lingkungan untuk mengadakan patroli di jalan yang menghubungkan jalan Lingkar Timur Mataram dengan perempatan Karang Taliwang tersebut.

“Setelah pos nanti juga terbangun, ini akan dijaga oleh Linmas dan Binmaspol. Mereka berkoordinasi memantau wilayah ini,” kata anggota dewan bergelar sarjana kehutanan tersebut.

Baca Juga :  Rusunawa Bintaro Hampir Rampung

Politisi asal Kelurahan Selagalas ini membeberkan para pemuda yang terlibat balap liar ini tidak hanya warga Kelurahan Selagalas maupun Cakranegara Utara. Tetapi banyak dari luar Mataram seperti Lombok Barat.

“Mulai beberapa hari lalu kami juga koordinasi bersama Kaling untuk penyuluhan dan mengedukasi warga agar lebih menjaga anak-anak mereka. Khususnya di tiga lingkungan yakni  Lingkungan Nyangget, Jangkuk dan Tohpati,” tandasnya.

 

Camat Sandubaya

 

Untuk meniadakan balap liar di JBT, pihak Kecamatan Sandubaya telah berkoordinasi dengan Forum JBT dari Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya.

Camat Sandubaya Henny Suyasih mengatakan, di dalam tim ini ada Linmas yang bertugas melakukan patroli. Tim ini dikatakannya sudah diaktifkan kembali. Sehingga sejauh ini belum ada aktivitas para pembalap liar.

Baca Juga :  Di Mataram Ada Lansia yang Belum Divaksin karena Percaya Hoaks

Hanya saja, biasanya para pembalap liar ini akan ‘kucing-kucingan’ dengan petugas patroli. Mereka akan mencuri waktu untuk melaksanakan aksinya ketika jalan ini lepas dari pantauan. Hal ini yang membuat Camat Sandubaya berencana membuat pita penggaduh atau polisi tidur di jalan ini.

“Di Dinas Perhubungan kami minta dianggarkan di APBD perubahan. Karena pengguna jalan juga sangat terganggu (dengan aksi balap liar). Kami setiap saat harus monitor,” bebernya.

Padahal tim di kecamatan, kelurahan maupun lingkungan memiliki keterbatasan untuk turun setiap saat. “Jika memang tidak ada di Dinas perhubungan kami harapkan bisa dibantu oleh apirasi dewan,” ungkap Henny. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/