alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Australia Sudah Gak Sabar Sambut Rute Perth-Lombok

MATARAM-Para wisatawan asal Australia rupanya sangat antusias menyambut dibukanya rute penerbangan langsung Perth-Lombok dan sebaliknya. Mereka sudah tidak sabar untuk bisa berwisata ke Lombok dengan penerbangan langsung, hal yang pernah terjadi pada 2014 silam.

Antusiasme tersebut ditunjukkan dalam program Sales Mission yang digelar khusus untuk mempromosikan destinasi pariwisata Lombok dan Sumbawa di Perth, Australia Barat, pekan lalu.

Promosi tersebut digelar Kementerian Pariwisata menyusul akan beroperasinya penerbangan AirAsia rute Perth-Lombok dan sebaliknya pada 9 Juni 2019.

Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal yang mengikuti Sales Mission tersebut kepada Lombok Post kemarin (3/4) mengungkapkan, promosi tersebut diikuti oleh 14 sellers dari Lombok. Mereka berasal dari para travel agent dan manajemen hotel di Pulau Seribu Masjid. Sementara para buyers adalah travel agent ternama dari Negeri Kangguru.

Para travel agent dari Australia rupanya sangat gembira dengan dibukanya rute penerbangan langsung. Dan antusiasme itu terlihat dari antusiasnya para travel agent Australia dalam hal transaksi dengan para sellers dari NTB. Mereka memburu paket-paket wisata di Lombok, untuk kemudian mereka pasarkan kepada para customer yang sudah menjadi pelanggan loyal mereka masing-masing.

Faozal mengungkapkan, Australia adalah pasar utama pariwisata NTB. Selama tidak adanya penerbangan langsung, wisatawan Australia datang ke NTB melalui Bali. Gili Trawangan adalah salah satu destinasi wisata yang terkenal di kalangan wisatawan Australia. Mereka juga umumnya membidik pariwisata yang dikombinasi. Namun, menikmati keindahan pantai dan laut,  adalah tujuan utama mereka ke Lombok. Selain juga tentunya wisata seperti pendakian Gunung Rinjani.

Saat ini, setidaknya dengan kapal cepat dari Bali ada sedikitnya 1.200 wisatawan mancanegara yang datang ke Gili Trawangan. Dan sebagian besar dari mereka berasal dari Australia.

Karena itu, penerbangan langsung dari Perth-Lombok dan sebaliknya yang akan mulai dilayani AirAsia dua bulan lagi kata Faozal akan sangat mempermudah wisatawan Australia berkunjung ke Lombok, tanpa harus transit di Bali atau kota lain di Indonesia terlebih dahulu.

Diperkirakan, dalam setahun, sedikitnya ada 600.000 orang dari Perth berwisata ke Indonesia. Selama ini, mereka masuk ke Indonesia melalui Bali, Surabaya, dan Jakarta.

Saat masih ada penerbangan Lombok-Perth dan sebaliknya yang dilayani maskapai Jetstar pada 2014, Faozal mengungkapkan, sedikitnya 20 persen wisatawan asing yang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa berasal dari Australia dengan penerbangan langsung tersebut. Bahkan, kala itu, Lombok Internasional Airport ditetapkan sebagai bandara dengan peningkatan kunjungan wisatawan asing tertinggi di Indonesia. Lonjakannya mencapai 142 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sebab itu dia yakin, angka kunjungan empat juta wisatawan tahun ini akan dapat tercapai dengan mulai beroperasinya penerbangan AirAsia. Dari Perth saja, dengan empat kali penerbangan dalam sepekan, maka setidaknya akan ada sedikitnya 700 wisatawan Australia yang datang ke NTB setiap pekan. Dan ini baru yang dari penerbangan langsung. Belum yang datang dengan penerbangan lain dari berbagai kota yang menjadi hub wisatawan di Indonesia.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis kepada Lombok Post kemarin, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengungkapkan, Sales Mission yang dilakukan di Perth, pekan lalu, sebagai salah satu bentuk promosi destinasi wisata di Lombok untuk mengundang wisatawan datang.

“Tujuannya untuk meningkatkan jejaring dan kontak bisnis antara sellers Indonesia dan buyers Australia,” katanya.

Selain tentu kata Rizki, untuk mempromosikan rute baru penerbangan langsung Perth-Lombok oleh maskapai Air Asia yang akan memulai penerbangan perdana pada 9 Juni.

Di sisi lain, promosi ini juga bagian dari upaya Kemenpar untuk membangkitkan dan menggairahkan kembali perekonomian masyarakat NTB melalui sektor pariwisata pasca-bencana yang terjadi.

“Melibatkan pelaku wisata dari NTB, sebagai langkah bersama untuk recovery bagi,” katanya.

Saat ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia sepanjang 2018 menempati posisi lima besar. Mencapai 1,3 juta atau 8,23 persen dari total wisman.

Ditegaskannya, penetrasi pasar wisman akan terus dilakukan Kemenpar untuk mengejar target 20 juta wisman pada tahun ini. Tak terkecuali Australia, yang mempunyai potensi pasar yang cukup menjanjikan. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks