alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Pemkot Mataram Minta Rp 20 Miliar Jadi Kompensasi Warga yang Belum Terima Bantuan

MATARAM-Pemkot Mataram kembali meminta bantuan dana ke pemerintah pusat. Dana itu masih terkait dengan korban gempa beberapa waktu lalu.

“Ya, kita minta Rp 20 miliar untuk para korban yang telah terdata tapi belum menerima bantuan,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, kemarin.

Sebagai informasi, Pemkot Mataram telah menerima dana bantuan penanganan gempa bumi sebesar Rp 271,56 miliar. Dana itu dibagikan kepada para korban gempa untuk rehabilitasi rumah rusak berat, sedang, dan  ringan.

Diungkapkan, alasan korban gempa tidak terakomodasi dalam data base SK wali kota disebabkan beberapa faktor. Seperti data yang terlewatkan. “Data terlewatkan bisa kita maklumi karena dalam posisi menghadapi bencana. Banyak yang diurus,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Martawang, sebagian warga saat itu tidak yakin mendapat bantuan. Namun setelah warga lainnya bantuannya cair, mereka meminta untuk diakomodasi.

“Pada prinsipnya kita akan memperjuangkan agar warga yang terdampak gempa bisa membangun rumahnya kembali,” tutur mantan Kepala Bappeda ini.

Sementara itu Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, untuk mempercepat proses penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa, pemkot telah memberikan bantuan 202 paket cat tembok, cat kayu, dan kloset. “Selain itu kita juga telah memberikan bantuan semen dan pasir bagi korban. Sekarang sudah lebih dari 600 rumah warga yang rusak berat, pengerjaannya hampir selesai,” ucapnya.

Untuk diketahui, akibat bencana gempa bumi, total rumah rusak di Kota Mataram sebanyak 13.437 unit, terdiri atas 2.396 rumah rusak berat, 2.777 rumah rusak sedang, dan 8.264 rumah rusak ringan.(jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks