alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Harga Cabai di Mataram Kembali Naik

MATARAM-Harga cabai kembali naik di tengah pandemi Korona. Hingga kemarin, per kilogram cabai mencapai Rp 70 ribu di sejumlah pasar tradisional. ”Mulai naik dari 2 April itu,” kata Kepala Pasar Kebon Roek Malwi, kemarin.

Kenaikan diduga akibat minimnya stok dari luar daerah. Sehingga bahan pokok cabai yang ada sekarang dihargai cukup tinggi. ”Stoknya yang gak ada ini. Makanya cabai naik harganya,” ujar Malwi.

Selain cabai, kenaikan harga bahan pokok lainnya berpotensi terjadi April ini. Bukan saja karena persoalan stok barang, tapi akhir April nanti, sudah memasuki bulan Ramadan. Yang bahkan mulai terlihat adalah tomat sudah menyentuh angka Rp 15 ribu per kilogram.

Walau terjadi kenaikan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram berani menjamin ketersediaan bahan pokok. Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, pemerintah ini ketersediaan bahan pokok terjamin hingga empat bulan ke depan.

Guna memastikan itu, Disdag turun ke sejumlah distributor. Mengecek stok di gudang milik distributor. Supaya tidak terjadi kelangkaan di tengah pandemi virus Korona.

”Kita ingin pastikan bahan pokok untuk warga kota itu tetap ada selama beberapa bulan ke depan, setidaknya hingga Agustus,” kata Nida.

Kata Nida, distributor diharapkan tidak memainkan aksi ambil untung yang berlebihan. Apalagi sampai memainkan harga. Dengan memanfaatkan situasi sekarang.

Mengenai situasi pandemi Korona ini, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sudah meminta pusat perekonomian seperti pasar untuk tetap buka. Beraktivitas seperti biasa. Melayani kebutuhan masyarakat.

Namun, pengelola pasar harus tetap menjalankan protokol pencegahan virus Korona. Dengan sangat ketat. Malwi menyebut, setiap hari ia selalu memberikan imbauan kepada pedagang. Juga pengunjung pasar.

”Kita tetap meminta mereka untuk menjaga jarak. Pakai masker juga,” kata Malwi.

Pasar berpotensi besar menjadi lokasi penyebaran. Malwi sadar akan hal tersebut. Sehingga pihaknya tetap mengontrol kondisi pasar. Mencegah terjadinya kerumunan. Jarak pedagang juga mulai diatur lebih renggang.

Pengunjung maupun pedagang yang hendak pulang, diminta Malwi untuk mencuci tangan dengan sabun. ”Kita sama-sama menghindari hal yang tidak kita inginkan. Sama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks