alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

Harga Cabai di Mataram Kembali Naik

MATARAM-Harga cabai kembali naik di tengah pandemi Korona. Hingga kemarin, per kilogram cabai mencapai Rp 70 ribu di sejumlah pasar tradisional. ”Mulai naik dari 2 April itu,” kata Kepala Pasar Kebon Roek Malwi, kemarin.

Kenaikan diduga akibat minimnya stok dari luar daerah. Sehingga bahan pokok cabai yang ada sekarang dihargai cukup tinggi. ”Stoknya yang gak ada ini. Makanya cabai naik harganya,” ujar Malwi.

Selain cabai, kenaikan harga bahan pokok lainnya berpotensi terjadi April ini. Bukan saja karena persoalan stok barang, tapi akhir April nanti, sudah memasuki bulan Ramadan. Yang bahkan mulai terlihat adalah tomat sudah menyentuh angka Rp 15 ribu per kilogram.

Walau terjadi kenaikan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram berani menjamin ketersediaan bahan pokok. Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, pemerintah ini ketersediaan bahan pokok terjamin hingga empat bulan ke depan.

Baca Juga :  VIDEO : Tak Pakai Masker Pelajar di Praya Dihukum Push Up

Guna memastikan itu, Disdag turun ke sejumlah distributor. Mengecek stok di gudang milik distributor. Supaya tidak terjadi kelangkaan di tengah pandemi virus Korona.

”Kita ingin pastikan bahan pokok untuk warga kota itu tetap ada selama beberapa bulan ke depan, setidaknya hingga Agustus,” kata Nida.

Kata Nida, distributor diharapkan tidak memainkan aksi ambil untung yang berlebihan. Apalagi sampai memainkan harga. Dengan memanfaatkan situasi sekarang.

Mengenai situasi pandemi Korona ini, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sudah meminta pusat perekonomian seperti pasar untuk tetap buka. Beraktivitas seperti biasa. Melayani kebutuhan masyarakat.

Namun, pengelola pasar harus tetap menjalankan protokol pencegahan virus Korona. Dengan sangat ketat. Malwi menyebut, setiap hari ia selalu memberikan imbauan kepada pedagang. Juga pengunjung pasar.

Baca Juga :  Kesempatan Emas bagi Milenial NTB Miliki Rumah Subsidi Berkualitas

”Kita tetap meminta mereka untuk menjaga jarak. Pakai masker juga,” kata Malwi.

Pasar berpotensi besar menjadi lokasi penyebaran. Malwi sadar akan hal tersebut. Sehingga pihaknya tetap mengontrol kondisi pasar. Mencegah terjadinya kerumunan. Jarak pedagang juga mulai diatur lebih renggang.

Pengunjung maupun pedagang yang hendak pulang, diminta Malwi untuk mencuci tangan dengan sabun. ”Kita sama-sama menghindari hal yang tidak kita inginkan. Sama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya. (dit/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/