alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Pos Pemeriksaan Warga yang Masuk Mataram Malah Ciptakan Kerumunan

MATARAM-Pemeriksaan kesehatan di tujuh pintu masuk Kota Mataram berjalan semrawut. Terjadi antrean kendaraan hingga menciptakan kerumunan masyarakat.

“Pelaksanaan hari pertama akan dievaluasi,” kata juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin.

Suwandiasa menyebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai leading sector akan melakukan langkah antisipasi. Terutama yang menjadi kelemahan selama pelaksanaan pemeriksaan di hari pertama.

”Poin pentingnya adalah pemkot melakukan segala upaya optimal untuk mencegah Covid-19 masuk ke wilayah kota,” klaim Suwandiasa.

Dishub Kota Mataram rupanya menyadari kelemahan ini. Kemacetan yang terjadi di luar perkiraan mereka. Tak seperti saat paparan di Pendopo Wali Kota Mataram. Kata Kadishub Kota Mataram M Saleh, terjadi kekurangan personel di lapangan. Ditambah alat pengukur suhu yang terbatas.

”Yang turun ke lapangan kurang,” kata Saleh.

Setelah berjalan satu hari, Dishub hendak mengubah strategi. Tak lagi menjaga tujuh pintu masuk ke Kota Mataram, seperti saat presentasi di pendopo beberapa waktu lalu. Saleh ingin mengubah jumlah pos kesehatan. Dari tujuh menjadi empat.

Pos kesehatan difokuskan untuk pintu selatan dan timur. Dari selatan, ada jalur bypass, Dasan Cermen, serta Turida. Sementara di timur, penjagaan dilakukan di gerimak.

Untuk pos di pintu selatan, untuk mengantisipasi kedatangan dari luar Lombok. Seperti Bali dan Pulau Jawa. Sementara pintu masuk bagian timur, mengantisipasi warga dari zona merah Lombok Timur dan Lombok Tengah.

”Jadi lebih efektif. Proporsional sesuai ketersediaan sumber daya. Cuma ini sangat tergantung lagi dari arahan Pak Wali,” ujar Saleh.

Sekdis Kesehatan Kota Mataram drg. Dianita Rahmi mengatakan, apakah ada pengurangan atau tidak, bergantung pada pimpinan. Yang pasti, jajarannya sudah memesan alat pengukur suhu untuk bisa digunakan petugas di lapangan.

”Cuma memang belum datang. Sudah lama kami pesan, melalui penyedia barang,” kata Dianita.

Untuk satu pos, Dinas Kesehatan menerapkan dua shift untuk petugasnya. Shift pertama dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. Kemudian berlanjut dari pukul 15.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita.

”Petugasnya dari puskesmas, satu atau dua orang. Bisa lebih kita alokasikan, tapi alatnya tidak ada,” ujar dia.

Dalam pemeriksaan kemarin, terjadi antrean panjang. Kendaraan roda dua yang paling prihatin. Mereka menumpuk di satu lokasi. Berdempetan. Imbauan Pemkot Mataram untuk physical distancing justru dilanggar pemkot sendiri.

Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar menularnya virus. Apalagi tak semua masyarat yang berkerumun memakai masker.

Soal kemacetan dan padatnya kendaraan, menunjukkan ketidaksiapan pemkot. Kadishub M Saleh bahkan menyebut, ketika terjadi kepadatan dan berpotensi kemacetan, petugas bisa melepas beberapa kendaraan. Tanpa melalui pemeriksaan kesehatan.

Sekdis Kesehatan Dianita juga berujar. Bahwa penumpukan kendaraan menjadi masalah baru. Ada physical distancing.

Bagi Zulfadli, warga Gunungsari, Lombok Barat yang sehari-hari beraktivitas di Kota Mataram, penjagaan di pintu masuk patut diapresiasi. Tapi ia meminta persiapan dilakukan lebih maksimal. Bukan asal jalan, sehingga menimbulkan kesemrawutan.

”Lumayan tadi berjemur 20 menit karena macet mau diperiksa. Kalau begini, kita dibuat dari sehat jadi sakit. Yang sakit malah bisa tambah parah sakitnya,” kata Zulfadli. (dit)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks