alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pembangunan Lanjutan Monumen Mataram Metro Belum Jelas

MATARAM-Rencana kelanjutan pembangunan Monumen Mataram Metro belum bisa dipastikan. Hingga kini monumen yang terletak di Jalan Lingkar Selatan Mataram masih mangkrak. Belum ada kejelasan kapan akan dilanjutkan pembangunannya. “Besok kita liat setelah pertemuan dengan Balai Jalan Nasional (BJN),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman, beberapa waktu lalu.

Miftah sudah meminta BJN untuk melihat rencana pembangunan monumen yang akan dilakukan Pemkot Mataram ini. Sehingga nantinya tidak ada persoalan dikemudian hari dalam proses pengerjaannya.

Ia menyebutkan, pembangunan Monumen Mataram Metro setinggai 55 meter akan dilanjutkan. Konsepnya akan dibuat terowongan di bawahnya. Begitu juga dengan di menara akan dipasangkan lift. Sehingga para pengunjung bisa melihat keindahan Kota Mataram dari monumen tersebut. “Kalau lift mungkin belum bisa kita buat dengan anggaran ini,” ucapnya.

Anggaran yang disiapkan Dinas PUPR sendiri untuk kelanjutan pembangunan Monumen Mataram Metro sebesar Rp 11 miliar. Jika BJN nantinya tidak mempersoalkan konsep  pembangunan yang akan menjadi ikon Kota Mataram ini maka akan langsung diproses. “Kita ini tergantung dari BJN biar gak salah-salah,” sebut Miftah.

Jika pun nantinya ada persoalan yang muncul pada konsep pembangunan Mataram metro maka pihaknya akan melapor ke kepala daerah. Sementara itu Asisten I Kota Mataram Lalu Martawang menuturkan, pembangunan monumen Mataram Metro akan dilakukan secepatnya. Namun kata dia, terlebih dahulu harus ada kajian dari BJN. Sehingga nantinya tidak menyalahi aturan. “Jangan sampai nantinya pas dibangun kita minta dibongkar,” kata pria yang karib disapa Aweng ini.

Monumen ini nantinya akan menjadi tempat rekreasi warga kota Mataram. Karena monumen ini akan dilengkapi taman dan lift. Dengan begitu para pengunjung bisa melihat keindahan kota Mataram. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks