alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Peran TNI dan Polri tak bisa dilepaskan dari proses tahapan pemilu. Keduanya terlibat langsung untuk melakukan pengamanan. Memberi rasa aman bagi warga yang hendak memberi hak suaranya. Juga bagi petugas pemilu saat menjalankan tugasnya.

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

================= 

Pola hidup anggota Polri dan TNI berubah drastis ketika pemilu. Puncaknya terasa ketika pemilu masuk di tahapan distribusi logistik hingga rekapitulasi di tingkat kecamatan. Kondisi ini dirasakan anggota polres serta kodim yang bertugas di wilayah Kota Mataram.

Menjelang hari pencoblosan, Polres Mataram menyebar anggotanya sebanyak 1.500 personel. Mereka ditempatkan di lebih dari 1.274 TPS di Kota Mataram. Tugas mereka satu, memberi rasa aman bagi masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahun sekali itu.

Personel yang dikerahkan berasal dari beragam satuan. Di kepolisian, tugas pengawalan dan pengamanan melibatkan jajaran Reserse Kriminal, Sabhara, hingga Pembinaan Masyarakat (Binmas).

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, keamanan pemilu menjadi tanggung jawab semuanya. TNI Polri menjamin pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan aman.  ”Tapi, pelaksanaannya tidak bisa bekerja sendiri. Ada kerja sama semua pihak untuk pemilu berjalan lancar dan situasi tetap kondusif,” kata dia.

Kerja pengamanan pemilu tentu berbeda dengan pola pengamanan pada kegiatan lainnya. Petugas pengamanan dituntut untuk terus bersiaga. Mengantisipasi kerawanan yang berpotensi mengganggu tahapan pemilu.

Kerja mereka dimulai ketika distribusi logistik. Ketika kotak dan kertas suara hendak didistribusikan ke tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), menjadi tugas polisi dan TNI memberikan pengamanan.

Logistik pemilu dikawal hingga tujuan. Memastikan tidak ada kekurangan logistik ketika tiba di TPS. ”Pengawalan memang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” terang perwira dua mawar ini.

Proses pengamanan dan pengawalan mulai terasa berat ketika masuk di tahapan rekapitulasi. Salah satu anggota Polres Mataram menyebut, hampir semua personel yang bertugas terjaga saat malam hari. ”Kita tidak tidur dua hari dua malam,” kata dia.

Meski terus terjaga selama dua hari, anggota dituntut tidak kehilangan konsentrasi. Untuk menyiasati itu, kopi menjadi cara terbaik mengatasi kantuk. ”Sudah gak terhitung lagi berapa gelas kopi yang kita minum,” tuturnya.

Meski berat, tugas pengamanan tetap dijalankan anggota dengan jiwa besar dengan tujuan suksesnya penyelenggaraan pemilu. Kapolres mengatakan, suksesnya pemilu dimulai ketika  semua pihak saling bahu membahu sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Alhamdulillah apa yang kita harapkan pemilu yang sukses, terwujud di Kota Mataram,” tandas Alam. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks