alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Penyaluran dan Pengadaan JPS, Dewan Minta Pemkot Mataram Transparan

MATARAM-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah menyalurkan 9 ribu paket Jaring Pengaman Sosial (JPS). “Ini terus kita kawal,” kata Anggota DPRD Kota Mataram Fraksi PDIP Nyayu Ernawati.

Total yang akan disalurkan sebanyak 26 ribu paket. Sehingga pemkot masih akan menyalurkan sebanyak 17 ribu paket lagi.

Penyaluran dibagi dalam beberapa tahap. Di tahap pertama pemkot menyalurkan 4 ribu paket. Disebar ke enam kecamatan dengan rincian di Ampenan 1.114 paket dan 60 paket untuk warga berkebutuhan khusus; Cakranegara 647 paket dan 53 paket warga berkebutuhan khusus; Mataram 567 paket dan 74 paket .

Berikutnya, Sandubaya 419 paket dan 35 paket; Sekarbela 321 paket dan 50 paket; Selaparang 574 paket dan 86 paket.

Lalu pada tahap ke dua sebanyak 5 ribu paket. Disebar ke enam kecamatan. Rinciannya Ampenan 773 paket; Cakranegara 1278 paket; Mataram 960 paket; Sandubaya 1791 paket; Sekarbela 56 paket; Selaparang 142 paket. “Tetapi data rinciannya belum bisa ditunjukkan,” sesal ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram itu.

Padahal Nyayu langsung mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram. Namun rincian data penerima tetap tak bisa didapat. “Alasannya masih digunakan untuk membagi di kelurahan, saya minta soft file katanya nggak ada tenaga yang bisa ngirimkan data,” cetusnya.

Dirinya mengatakan dapat banyak keluhan. Beberapa warga penerima JPS Kota ada yang dapat bantuan dari pemerintah pusat dan JPS Gemilang milik Pemprov NTB. “Apalagi mau ditempel di masing-masing kelurahan datanya seperti permintaan kita (nggak ada)” sesalnya.

Ada pula yang mengeluhkan penerima JPS telah meninggal dunia. “Ini bagiamana kalau ternyata ahli warisnya orang mampu kan aneh sekali,” sesalnya.

Yang membuat Nyayu tambah dongkol banyak RT dan Kepala Lingkungan tidak tahu bagaimana data penerima JPS Kota dihimpun. “Kalau tidak percaya ayo kita kumpulkan RT dan Kepala Lingkungan,” tantangnya.

Nyayu heran karena pemerintah mengandalkan proses verifikasi diserahkan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). “Apa kapasitasnya Dukcapil memverifikasi itu kan yang tahu warga terdampak atau tidak itu RT dan Kalingnya,” sesalnya.

Belum lagi soal komposisi logistik dalam paket JPS Kota. “Katanya awalnya pakai abon, ternyata pakai sarden, lah makanan ini kan nggak sehat, kok ini mau dikasih ke masyarakat?” herannya.

Politisi PDIP itu sebenarnya berharap anggaran JPS Kota sebesar Rp 7,3 miliar perbulan itu digunakan memberdayakan UKM/UMKM. “Hasil dari itu baru diserahkan pada masyarakat dalam bentuk JPS,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD NTB Fraksi Demokrat HM Zaini mengingatkan pemkot berhati-hati dalam mengelola anggaran penanganan pandemi covid-19. “Ini kan jumlah (anggarannya) besar jadi harus dimanajemen dengan baik,” katanya.

Total anggaran yang dipersiapkan di tahap pertama untuk seluruh proses penanganan pandemi mencapai Rp 135 miliar. “Tetapi kita di DPRD nyaris tidak pernah dilibatkan dan disampaikan seperti apa penggunaannya,” sesalnya.

Bahkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTB ini menilai pemkot tertutup. “Tidak ada ekspose data ini menyulitkan kita untuk melakukan pengawasan padahal kita sudah lama bermitra” cetusnya.

Zaini menambahkan memang dalam penggunaan dana bencana tidak perlu persetujan DPRD. “Seperti itu yang tertuang dalam Perppu, tetapi seharusnya bukan diabaikan sama sekali, apalagi ini kepentingan masyarakat,” cetusnya. (zad/r2).

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks