alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

2.300 Guru di Mataram Sudah Divaksin

MATARAM-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram membentuk posko vaksinasi Covid-19 bagi guru untuk mempermudah pengawasan cakupan vaksinasi.

“Setiap sekolah kita minta punya posko vaksinasi  sebagai pusat informasi. Mana guru yang sudah divaksin dan belum harus ditahu,” kata Kepala Disdik Kota Mataram HL Fatwir Uzali, pekan lalu.

Diutarakan, dari data terakhir diterima di masing-masing kepala sekolah melalui posko vaksinasi. Tercatat sebanyak 2.300 dari 3.667 guru TK, SD dan SMP di Mataram sudah mendapatkan vaksin. Sisanya 1.035 guru agar segera melakukan vaksin di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Mataram.

“Sebanyak 3.667 guru ini data sementara dari tingkat TK, SD, dan SMP dari total sekitar 7.000-an guru di Kota Mataram,” urai mantan kepala SMAN 1 Mataram ini.

Dikatakan, guru yang terdata sebanyak 3.667 orang ini merupakan tenaga pendidik yang divaksin mengatasnamakan guru. Karena menurutnya, ada juga guru yang sudah divaksin mengatasnanamakan diri sebagai masyarakat umum.

“Guru yang divaksin mengatasnamakan masyarakat umum belum kita dapat datanya,” tutur Fatwir, sapaan karibnya.

Selain itu lanjut dia,  beberapa guru ada yang tidak bisa divaksin karena alasan medis harus ada datanya. “Guru yang tidak bisa divaksin karena alasan medis kita masih menunggu data dari masing-masing kepala sekolah,” imbuh pria yang jago bahasa Inggris ini.

Dia sudah menginstruksikan agar vaksinasi Covid-19 bagi guru dan kepala sekolah diwajibkan. Selain untuk membentuk kekebalan tubuh, para wali murid dan anak-anak juga merasa aman dan nyaman ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dimulai secara formal setelah lebaran. “Guru yang tidak mau divaksin akan kita berikan sanksi,” tegas dia.

Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini sudah melakukan berbagai persiapan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara formal di sekolah. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan, hansanitizer, dan menerapkan pola pembelajara sif-sifan. “Guru-guru kami  juga semuanya sudah divaksin,” tutur perempuan berjilbab ini.

Sejauh ini kata dia, pihaknya sudah menerapkan PTM bagi murid yang melaksanakan ujian akhir sekolah. Dengan cara menerapkan proktokol kesehatan (prokes) cukup ketat sebelum masuk ke dalam kelas. Seperti mencuci tangan dan memeriksa suhu tubuh. Bahkan alas kaki atau sepatu murid disemprot disinfektan. “Ini kita lakukan guna mencegah penularan Korona,” kata Sri. (jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks