alexametrics
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020

Susah Tertib, Pengaturan Jam Operasional Pasar di Mataram Tak Mempan

MATARAM-Pembatasan jam operasi pasar tradisional tidak mempan. Tradisi pasar yang sudah ramai usai Salat Subuh tidak bisa dihilangkan.

“Ini sesuai dengan pemahaman agama. Rezeki ada di pagi hari,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin.

Diungkapkan, tradisi masyarakat, Suku Sasak pada umumnya melakukan aktivitas jual beli usai Salat Subuh. “Kita akan tetap menjaga tradisi ini,” ujar Amran.

Dia tidak bisa menerapkan rencana Pemprov NTB yang akan membatasi jam operasi pasar tradisional. Yakni mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Di Kota Mataram kata dia, tidak semua pasar tradisional beroperasi hingga sore.

“Hanya Pasar Mandalika dan Kebon Roek saja yang beroperasi sampai sore. Sementara pasar tradisional lainnya siang hari sudah tutup,” jelasnya.

Begitu juga dengan opsi penutupan pasar tradisional tidak bisa dilakukan. Dampak yang terjadi ketika pasar ini ditutup cukup banyak. Roda perekonomian tidak jalan. “Tidak ada penutupan pasar,” tegasnya.

Meski ada kasus positif Korona terjadi karena diduga ada penularan di pasar. Ia tidak serta merta akan menutup pasar. Alternatif pun sudah dilakukan untuk mencegah penularan Korona di pasar. Yakni dengan melakukan rapid test kepada para pedagang. “Ini sudah kita lakukan,” kata Amran.

Ditanya soal lapak berjarak yang belum maksimal diterapkan di pasar tradisional. Amran mengatakan, mengubah mindset masyarakat tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh dukungan aparat untuk terus memantau di lapangan.

“Selain itu karena lahan sempit. Seperti di Pasar Kebon Roek lahannya sempit,” terangnya.

Kepala Pasar Mandalika Ismail mengatakan, aktivitas jual beli di Pasar Mandalika mulai dilakukan pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Bahkan bada subuh ada saja buruh yang sudah datang ke pasar mengangkut barang-barang milik pedagang yang akan dijajakan. “Kalau siang hari sudah panas,” ucapnya.

Lapak berjarak  diterapkan para pedagang di Pasar Mandalika hingga pukul 09.00 Wita. Setelah itu mereka akan pindah mencari tempat-tempat yang teduh. Menurutnya,  pedagang enggan mau berjualan ditempat yang panas. Alasannya, pembeli tidak akan menghampiri.

“Biasanya jam sepuluh pedagang mencari tempat yang teduh untuk berjualan,” tutur Ismail. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks