alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

PMK Mulai Melandai, Mataram Segera Masuk Zona Hijau

MATARAM-Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewam ternak di Mataram terus mengalami penurunan. Sampai awal Agustus ini, tersisa tinggal 24 kasus.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Dedi Supriadi menyampaikan, sebanyak 574 ternak sudah sembuh dari PMK. “69 ekor dipotong dan tujuh ekor mati,” katanya.

Saat ini kata dia, 24 ekor ternak yang masih terjangkit PMK masih dalam perawatan. Dia berharap sapi-sapi itu sudah bisa sembuh dalam waktu dekat. “Kalau sapi ini sembuh otomatis kita akan masuk zona hijau PMK,” ujar Dedi.

Dia menuturkan, penyebaran virus PMK belakangan ini mulai landai. Sebab, belakangan ini tidak ada temuan kasus baru. “Seminggu ini tidak ada temuan kasus baru,” cetusnya.

Baca Juga :  Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Menurutnya,peternak sekarang ini sudah mulai aktif membersihkan kandang serta menyemprotkan disinfektan. Selain itu, peternak mencuci makanan sebelum diberikan kepada ternak. “Kita juga masih melakukan penyekatan untuk menghindari masuknya ternak dari berbagai daerah terdampak virus PMK,” tegas Dedi.

Dalam waktu dekat ini lanjut Dedi, pihaknya juga akan mengajukan pembukaan pasar ternak ke provinsi sesuai standar prosedur operasional (SOP). Sapi dan kambing yang akan masuk ke pasar ternak terlebih dahulu akan dicek petugas Distan. “Kalau ada yang sakit kita minta putar balik,” cetusnya.

Nasri, seorang peternak berharap pasar ternak dibuka secepatnya. Karena menurutnya, sapi yang terpapar PMK sudah mulai jarang. “Kalau kambing jarang ada terjangkit PMK,” cetusnya.

Baca Juga :  Insentif Nakes, Pemkot Hanya Mampu Bayar Separo

Sebagai peternak kambing, Nasri ingin  jual beli ternak kembali ada di pasar. Para peternak bisa memasarkan sapi dan kambing. “Kalau pasar tutup kita hanya diam di rumah,” pungkasnya. (jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/