alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Dishub Gandeng Polres dan Denpom Tertibkan KBC

MATARAM-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menepati janjinya menindak pengendara yang melanggar rambu parkir di Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC). Kemarin, kendaraan yang melanggar ditilang pihak kepolisian.

Dishub memang menggandeng Satlantas Polres Mataram dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) guna menilang para pengendara yang tidak taat aturan.

“Kita sudah berikan peringatan. Sekarang langsung kita tilang biar kapok,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh di sela-sela menertibkan area parkir KBC, kemarin.

Pantauan Koran ini, Saleh dan anak buahnya turun bersama Satlantas Polres Mataram dan Denpom menyisir area parkir kawasan bisnis Cakranegara pukul 10.30 Wita. Dalam penertiban tersebut, ditemukan sejumlah mobil melanggar rambu parkir di Jalan Selaparang Cakranegara.

Melihat hal tersebut, pihak kepolisian langsung menilang kendaraan itu. Pemilik kendaraan yang ditilang hanya bisa diam. Ia berdalih tidak tahu kalau ada larangan parkir tersebut. Bahkan ia menyalahkan juru parkir yang memberikan ruang untuk parkir di area tersebut.

Beragam alasan tak membuat pihak kepolisian luluh. Mereka tetap memberikan surat tilang.

Tak hanya itu, melihat area parkir yang masih semrawut Saleh dan anggota langsung menegur para jukir. Bahkan ia mengancam jukir jika tidak mentaati aturan, akan diberhentikan.

Saleh juga meminta para jukir tidak megambil tempat bongkar muat barang sebagai lahan parkir. Ia berjanji tidak akan memberi ampun kepada pengendara dan jukir yang melanggar rambu-rambu parkir.

“Kita juga sudah meminta Satlantas Polres Mataram menilang langsung jika ada kendaraan yang melanggar rambu-rambu parkir,” tegasnya.

Tak  hanya area parkir, retribusi parkir juga menjadi masalah dalam penangangan parkir KBC. Kerap kali juru parkir menarik retribusi parkir untuk sepeda motor Rp 2 ribu dan mobil Rp 5 ribu. Dalam menarik retribusi  tidak ada karcis yang diberikan kepada pengendara.

“Ini yang kita masih pikirkan. Bagaimana bisa meningkatkan PAD dari retribusi parkir,” sebutnya.

Sementara itu, Kasi Pembinaan dan Pengendalian Lalu Lintas Dishub Kota Mataram Yusuf memberikan pengarahan kepada jukir. Ia ingin jukir bisa membantu Dishub menertibkan parkir KBC.

“Jangan sampai jukir yang memberikan ruang kepada pengendara untuk melanggar rambu-rambu parkir yang dipasang,” pesannya.

Yusuf terlihat kesal melihat tempat bongkar muat barang dimanfaatkan tempat parkir. Ia memanggil jukir dan memarahinya. “Besok ini tidak boleh ada sepeda motor parkir di sini (tempat bongkar muat),” tegasnya.

Sementara itu salah seorang jukir Mahyon mengatakan, banyaknya mobil yang parkir di sebelah utara jalan KBC karena tidak ada rambu larangan parkir. Mestinya kata dia, dipasang rambu larangan parkir di sebelah utara jalan.

“Ini rambu-rambunya dipasang di sebelah selatan jalan saja,” tuturnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks