alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Hobi Mahal dan Tak Biasa Dokter Jack, Direktur RSUD Kota Mataram (1)

Dokter Jack punya hobi tak biasa. Jauh dari hal-hal berbau medis. Biaya hobi yang digelutinya ini mahal dan ekstrem. Berikut kisahnya.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

====================================================

RAUNGAN mobil off road begitu bising. Terdengar di tanah lapang samping Lombok City Center (LCC) Grimak, Lombok Barat. Ada dua pria tak asing di antara banyak hadirin yang hadir. Kapolda NTB Brigjen Pol Achmat Jufri dan satu lagi seorang dokter.

Dialah Direktur RSUD Kota Mataram. dr HL Herman Mahaputra. Lebih beken di sapa Dokter Jack. Pria yang senang tampil gaul dengan rambut dikuncir ‘seiprit’ itu tak hendak memberi pertolongan medis.

Kalau hanya buat tugas itu, ia bisa memerintahkan jajarannya di RSUD Kota Mataram, memberi bantuan medis pada para atlet off road.

Jack adalah pria yang menemukan naluri dan hidupnya yang bebas. Saat duduk di balik kemudi mobil ekstrem itu.

“Kami adakan tiga seri Kejurda, ini adalah kolaborasi antara Pengda IOF dengan Kepolisian,” kata Jack.

Di Pengurus Daerah Indonesia Off Road Federation (IOF) Jack ditunjuk sebagai ketua. Sang Direktur eksentrik ini pun bercita-cita membawa IOF NTB: satu langkah lebih maju. Tagline sederhana. Tapi butuh nyali besar untuk bisa mewujudkannya.

Makanya demi ‘pamor’ itu, Jack berjibaku membuat kegiatan kejuaraan daerah lebih bertaji. Mulailah ia menggandeng Polda bahkan meminta secara khusus pada sang Kapolda untuk membuka acara para penyuka adrenalin terpacu ini.

“Saya minta pada beliau ‘Mohon Pak Jenderal bisa buka kejurda nanti’, karena beliau sekaligus Pelindung IOF Pengda NTB,” tuturnya.

Jadilah acara kebut-kebut gerobak besi yang ganas di alam liar itu bisa dibuka Minggu (3/3) lalu. Masih satu rangkaian dengan semangat kampanye Millennial Road Safety. Pesertanya tak hanya dari NTB. Tapi diikuti oleh 35 peserta dari 5 provinsi.

Tapi kenapa Jack tiba-tiba jadi suka off road, apakah karena ia ditunjuk sebagai ketua?

Tidak. Jack bukan anak kemarin sore yang suka off road. Ini bisa ditunjukan dengan ratusan lebih piala yang telah ia koleksi. Baik untuk lomba di tataran daerah hingga nasional. Baik yang diraih secara individu atau tim.

Jack juga rela mengeluarkan uang ratusan juta demi mendapatkan setingan mobil yang bagus. Karena itulah, Jack sangat pantas disebut off roader sejati.

Naluri pembalap di medan liar itu telah ia sadari sejak masih sekolah. “Saya memang senang balap,” aku Jack.

Gairah balap di alam bebas itu harus ia tahan ketika duduk di bangku kuliah. Jack sampai pada persimpangan. Antara menjadi seorang tenaga medis dengan pekerjaan yang low risk. Atau tetap ada di balik kemudi mobil off road dengan high risk.

“Ini memang olah raga yang bertentangan secara prinsip dengan pekerjaan dan pendidikan saya,” aku Jack.

Bagaimana tidak, profesi sebagai dokter mengharuskan ia menekuni aktivitas yang dapat membuat tubuhnya jauh dari resiko keselamatan. Sementara off road?

“Salah-salah memang bisa mengancam keselamatan jiwa, kalau tidak pandai mengendalikan kendaraan,” akunya.

Untungnya ia berhasil mendamaikan dua hal itu. Antara hobi dengan profesi. Antara dunia medis dengan off road yang penuh rintangan dan bahaya.

Bahkan karir Jack di profesi telah menempatkan ia pada posisi cukup tinggi di dunia medis: Direktur RSUD Kota Mataram.

Di dunia hobi off road ia pun telah mencapai mimpi para pecinta off road. Dengan mengoleksi ratusan juara dari berbagai lomba. Baik di tingkat Kejurda hingga Kejurnas.

“Kejuarnas di Sentul 2018 kemarin, Alhamdulillah kami dapat juara lagi,” ungkapnya.

Sayang, ia belum berkesempatan membawa nama baik daerah. Jack masih terdaftar sebagai Galena Team, Surabaya. Di sana ia pun bukan sekedar anggota. Tetapi Ketua Tim Galena. Posisi yang membanggakan bagi para pecinta off road.

“Karena itu kesempatan jadi Ketua IOF Pengda NTB ini saya bercita-cita ingin bawa nama baik daerah,” ungkapnya.

Ini bukan pekerjaan mudah. Tapi Jack sangat percaya diri bisa berbuat terbaik bagi NTB. Ada banyak cerita dan pengalaman yang ingin ia tuturkan bagi generasi pecinta off road di NTB. Termasuk bagaimana adrenaline begitu mudah terpacu begitu rintangan demi rintangan menghadang di depan.

“Saya ingin berbagi pengalaman agar off road NTB bisa maju dan berprestasi,” tekad Jack. (bersambung/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks