alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Wagub Instruksikan Rumah Rusak Sedang dan Ringan Beres April

MATARAM-Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) NTB bekerja cepat menuntaskan rehabilitasi rumah rusak sedang dan rusak ringan. Bu Wagub memberi target, April, rumah rusak sedang dan rumah rusak ringan harus sudah beres.

            Instruksi tersebut disampaikan Wagub dalam Rapat Pimpinan lengkap di ruang rapat utama kantor gubernur, kemarin. Rapat tersebut dihadiri Gubernur H Zulkieflimansyah, Ketua PKK Hj Niket Saptarini Zulkieflimansyah, Sekda NTB H Rosiady Sayuti, dan seluruh kepala SKPD.

            “April harus sudah selesai dikerjakan untuk warga yang sudah menerima bantuan,” kata Wagub.

Jikapun ada warga yang memiliki rumah rusak sedang dan ringan dan belum mencairkan bantuan, Wagub mengingatkan harusnya hal tersebut bisa tuntas Maret ini. Untuk rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp 25 juta per unit, sementara yang rusak ringan mendapat Rp 10 juta.

            Sedangkan untuk rumah yang rusak berat, Wagub tak menampik kalau  tantangannya lebih besar. Namun, dia mengingatkan agar BPBD NTB dan tim di lapangan dapat terus menggenjot progress perbaikannya.

            Data terkini yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBD NTB H Muhammad Rum dalam Rapim tersebut, bahwa jumlah rumah rusak berat yang sudah terverifikasi mencapai 75.138 unit. Yang sudah menerima dana stimulan pemerintah pusat sebanyak 51.119 KK.

Dari jumlah tersebut, yang sudah menerima bantuan 100 persen, yakni Rp 50 juta, sebanyak 24.485 KK. Sisanya ada 26.634 KK yang masih menerima 50 persen atau baru Rp 25 juta.

“Dan ini yang sedang kami usulkan ke Kementerian Keuangan,” ungkap Rum.

Untuk pembentukan Pokmas sendiri, dari yang sudah menerima bantuan sebanyak 36.000 KK. Sementara yang sudah melakukan pengisian dari rekening individu ke rekening Pokmas sebanyak 14.727 KK. Sehingga jumlah 14.727 inilah yang memiliki akses untuk melakukan pembangunan kembali rumah tahan gempa.

“Saat ini yang sudah dalam proses pembangunan adalah 9.867 unit, sementara yang sudah selesai sebanyak 891 unit rumah,” jelasnya.

Untuk rumah rusak sedang, yang sudah terverifikasi sebanyak 25.971 KK dari 33ribu KK. Yang telah membentuk Pokmas ada 21ribu KK. Rum, mengklaim,  progres perbaikan rumah ini sudah berjalan baik karena timnya baru bekerja 1,5 bulan. Rekening warga yang sudah terisi sebanyak 10.414 KK. Itu berarti, mereka yang sudah terisi sudah bisa melaksanakan perbaikan rumah rusak sedang.

“Dalam proses perencanaan perbaikan ada 12.324 unit rumah, ini melampaui target kita dan memang terbilang kita ini cepat dan semuanya paralel,” ujarnya.

Sementara untuk rumah rusak sedang yang sudah masuk dalam proses perbaikan ada 5.250 unit. Yang sudah selesai 780 unit.

Rum mengakui, perencanaan untuk memperbaiki rumah rusak sedang memang agak lebih susah daripada rumah rusak berat. Sebab, rumah rusak berat, pemerintah sudah memiliki desain tertentu, tinggal warga yang bebas memilih mau RISHA, RIKO,RISBA dan yang lainnya. Sementara rumah rusak ringan, desain rumah masih tetap. Sehingga lebih menyulitkan.

            “Kalau rusak sedang dan ringan ini, desainnya harus sesuai dengan kerusakan yang berbeda-beda di masing-masing KK. Jadi butuh waktu dibuatkan desain masing-masing,” katanya.

Kemudian terakhir, perkembangan proses rumah rusak ringan dari yang sudah terverifikasi sebanyak 108.306 unit, jumlah penerima bantuan pemerintah sebesar Rp 10 juta, sudah mencapai 83.855 KK.

Jumlah KK yang sudah membentuk Pokmas sebanyak 61ribu KK. Rekening yang sudah terisi sebanyak 29.744 KK. Dalam proses perbaikan rumah sebanyak 8.273 unit dan yang sudah selesai sebanyak 2.511 unit.

Berkaitan dengan dana bantuan yang diberikan pemerintah pusat, jumlahnya masih stagnan atau tidak bergerak, sesuai dengan jumlah awal yaitu ada Rp 3,5 triliun.

“Dan itu sudah di distribusikan semuanya ke masyarakat oleh BPBD,” terangnya.

Yang tersisa di rekening BPBD NTB saat ini hanya Rp 2 miliar saja, karena masih terkendala masalah validasi, salah satunya adalah terkait dengan perubahan status skala kerusakan.

Mengenai sisa anggaran, Rum mengatakan, masih ada sisa bantuan sebesar Rp 2,5 triliun dari pemerintah pusat. Usulan pun sudah disampaikan ke Kementerian Keuangan.

“Terakhir kami komunikasi dengan BNPB, memang belum ada tanda-tanda karena mereka (BNPB) masih rapat dengan Kementerian Keuangan,” katanya. (yun/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks