alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Cegah Banjir Lagi, PUPR Mataram Normalisasi Saluran Air

MATARAM-Hujan besar akhir pekan kemarin membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan langkah antisipasi lebih dini. ”Kita lakukan pembersihan sedimen dan sampah di saluran air,” kata Kadis PUPR Kota Mataram Miftahurrahman, kemarin.

Langkah normalisasi guna menghindari drainase dan saluran air kelebihan beban air. Apalagi jika terjadi hujan dengan intensitas lebat dan deras seperti Minggu 1 Maret lalu.

Kata Miftah, normalisasi secara konvensional dilakukan di saluran belakang Universitas Pendidikan Mataram (dulu IKIP Mataram). Petugas menyisir saluran hingga Perpus Daerah NTB di Jalan Majapahit.

”Kita angkat secara manual, tidak menggunakan alat berat karena kondisi lapangan,” ujarnya.

Bukan saluran itu saja yang dibersihkan petugas PUPR kemarin. Mereka juga menyasar saluran yang terindikasi overflow saat hujan lebat kemarin. Seperti di Lingkungan Karang Seraya, Pagesangan; Karang Jangkong; hingga di Jalan Airlangga dan Jalan Majapahit.

Miftah mengatakan, di Lingkungan Karang Seraya, air sempat meluap akibat pelat yang terlalu rendah. Membuat sampah tertahan dan menyumbat laju air. ”Di sana kita bongkar pelatnya. Supaya aliran bisa lebih lancar,” katanya.

Pembersihan sedimen kemarin dilakukan di delapan lokasi. Kata Miftah, petugas menggunakan skala prioritas. Membersihkan saluran yang tak lancar akibat penumpukan sedimen dan sampah.

Ada cukup banyak sampah maupun sedimen yang berhasil diangkut petugas PUPR. Dengan estimasi galian sedalam 50 sentimeter dan lebar saluran 1,5 meter serta panjang 200 meter, sampah dan sedimen yang dikumpulkan mencapai 150 meter kubik. Jumlah ini hanya itu satu saluran saja.

”Ada yang cuma kita gali 25 centimer saja, itu bisa 75 meter kubik,” jelas Miftah.

Miftah mengatakan, petugas PUPR memastikan seluruh saluran air di Kota Mataram bersih dari sampah. Atau setidaknya tak ada tumpukan sedimentasi. Sehingga beban air yang melewati bisa lebih banyak lagi.

”Kita kerjakan secara bertahap. Hari ini delapan titik, besok lanjut lagi ke saluran air yang lain,” tandas Miftah. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks