alexametrics
Kamis, 4 Juni 2020
Kamis, 4 Juni 2020

Dampak Korona, Jaksa Tunda Tagih Penunggak Pajak di Mataram

MATARAM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram mencoba mengerem upaya penagihan piutang pajak Pemkot Mataram. ”Khusus untuk yang secara langsung ya, tatap muka langsung gitu. Mengingat kondisi sekarang,” kata Kasi Datun Kejari Mataram Putu Agus Ary Artha, kemarin.

Ary mengatakan, usaha penagihan tetap dilakukan Jaksa Pengacara Negara (JPN). Hanya saja dengan cara berbeda. Terutama untuk merespons kondisi pandemi virus Korona di Indonesia.

JPN mengurangi upaya komunikasi tatap muka langsung. Dengan wajib pajak yang memiliki tunggakan. Komunikasi dilakukan melalui telepon. Hanya saja, lanjut Ary, mereka masih menunggu momen yang pas.

Dengan kondisi sekarang, perekonomian lesu, tentu JPN tak ingin salah langkah saat melakukan penagihan. ”Mereka juga lagi terpuruk. Jangan pas kita ajak komunikasi, disangka gak memahami kondisi sekarang,” ujarnya.

Keinginan JPN sementara ini, menunda dulu upaya penagihan dalam SKK yang sebelumnya sudah diberikan. Jika nanti ada terbit SKK baru lagi, JPN akan melakukan upaya mediasi melalui telepon dan bersurat. Sebagai bentuk imbauannya.

”Sikon begini rehat dulu (menagih) sebentar. Persoalan ini akan kita komunikasikan ke pemkot. Kita berharap semua segera berlalu, supaya perekenomian bisa normal juga,” kata Ary.

Dalam SKK sebelumnya, pemkot meminta bantuan JPN untuk menagih tunggakan pajak hotel. Juga pajak pengelolaan parkir di dua RS daerah di Kota Mataram.

Untuk tunggakan pajak hotel, total tunggakan hotel tersebut sebelumnya mencapai Rp 2,3 miliar. Terhitung sejak tahun 2016. Kerja JPN dimulai setelah menerima SKK.

Hasilnya nampak pada 2018. Hotel GL mulai membayar tunggakan pajak dengan cara mencicil. Adapun untuk tahun 2020, Kejari Mataram mendapat tugas untuk menagih sisa tunggakan sebesar Rp 1,5 miliar.

Untuk tahun ini, pembayaran tunggakan sudah dilakukan dua kali. Pertama dengan menyetor ke kas daerah sebesar Rp 454.423.808. Kemudian sebesar Rp 314.987.219. Jika ditotal yang sudah terbayar menjadi Rp 769.411.027.

Sementara di tunggakan pajak lainya, pengelola parkir di dua rumah sakit daerah menunggak dari 2018 lalu. Nilainya mencapai Rp 200 juta.

Kepala BKD Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, petugas sebenarnya sudah melakukan upaya penagihan. Hanya saja, kondisi internal perusahaan yang mengelola parkir di RS milik Pemprov NTB sedang bermasalah. Sehingga berimbas pada pembayaran tunggakan pajak.

Masalah internal yang dialami perusahaan, harus dipisahkan dalam urusan penagihan pajak. Ia menyebut, BKD tetap akan menagih perusahaan tersebut. Agar pajak yang belum terbayar, bisa disetor ke kas daerah.

”Kan ada konsekuensinya nanti. Ketika tidak membayar, bisa saja asetnya akan kita sita,” tegas Syakirin.

Mengenai rencana JPN untuk mengerem penagihan, Kabid Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan BKD Kota Mataram Ahmad Amrin tak mempersoalkannya. ”Tidak masalah. Kita juga mengerti dengan kondisi saat ini,” kata Amrin.

Meski begitu, BKD tetap menerima pembayaran. Apabila wajib pajak hendak membayar utang-utang mereka. ”Kalau WP tidak mau menunda, tetap ingin membayar utang, ya tetap kita terima,” tandasnya.(dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Susah Tertib, Pengaturan Jam Operasional Pasar di Mataram Tak Mempan

MATARAM-Pembatasan jam operasi pasar tradisional tidak mempan. Tradisi pasar yang sudah ramai usai Salat Subuh tidak bisa dihilangkan. “Ini sesuai dengan pemahaman agama. Rezeki ada...

Gempa 6,0 SR Guncang Perairan Utara NTB, Tidak Berpotensi Tsunami

MATARAM—Gempa tektonik terasa hingga ke Mataram, Rabu (3/6) malam sekitar pukul 23.54 WITA. Guncangan terasa beberapa detik sebelum “lindur” ini berlalu. Laman BMKG melansir gempa...

Abaikan Lonjakan Korona, Pemkot Mataram Mulai Buka Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Lonjakan kasus positif korona pasca libur lebaran tak menyurutkan langkah Pemkot Mataram bersiap memasuki new normal. Pembatasan operasional fasilitas publik mulai dilonggarkan.  Kini, masyarakat...

Cuaca Buruk, BPBD Mataram Terjunkan 20 Personel Awasi Pesisir Pantai

MATARAM-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram terus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di kawasan pesisir pantai. “Kita terjunkan 20 personel memantau...

Bersiap “New Normal” Korona NTB Malah Tembus 705 Kasus, 388 Masih Dirawat, 18 Meninggal

MATARAM—Saat sejumlah daerah di Indonesia bersiap memasuki masa new normal kasus positif korona di NTB justru terus bertambah. Rabu (3/6) Pemprov NTB mengumumkan 20...

Jamaah Gagal Berangkat, Sebagian Dana Haji Bakal Dipakai untuk Penguatan Rupiah

JAKARTA--Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menuturkan, pihaknya menyimpan uang USD 600 juta atau Rp 8,86 triliun untuk penyelenggaraan haji 2020. Hingga...

Paling Sering Dibaca

11 Dokter Spesialis dan 19 Perawat RSUD Praya Positif Korona, Layanan Umum Ditutup Sementara

MATARAM-Jumlah tenaga kesehatan yang positif terinfeksi korona terus bertambah di NTB. Bahkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, sebanyak 11 dokter...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

13 Pasien Korona di NTB Meninggal, Sebagian Besar Memiliki Penyakit Bawaan

MATARAM-Jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia terus bertambah. Bila sebelumnya angka kematian cukup lama  bertahan di angka tujuh kasus, kini bertambah hampir dua kali...

Bayi Enam Hari di Lobar Positif Korona : Dokter Bingung, Ibu-Bapaknya Negatif

GIRI MENANG-Bayi berusia enam hari asal Desa Merembu Kecamatan Labuapi dinyatakan positif Korona atau Covid-19. "Memang betul, kami terima informasinya kemarin (bayi positif Korona),"...