alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Korona di Mataram Terus Meningkat, Wali Kota Tolak Tawaran PSBB

MATARAM-Kasus positif korona di Mataram terus membengkak. Selasa (5/5) malam jumlahnya mencapai 100 kasus. Ini membuat Mataram menjadi daerah dengan kasus paling tinggi di NTB.

Namun demikian pemkot belum menyambut tawaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penanganan Covid-19 diyakini bakal tuntas dengan pendekatan berbasis lingkungan.

”Kita sudah ada PCBL. Itu yang kita maksimalkan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Tawaran kebijakan PSBB datang dari Gubernur NTB. Bukan saja untuk Kota Mataram, tapi juga Lombok Barat. Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka percepatan penanganan covid-19.

Dalam aturan tersebut, penerapan PSBB didasari empat kondisi. Peningkatan jumlah kasus menurut waktu; penyebaran kasus menurut waktu; transmisi lokal; dan kesiapan daerah. Poin keempat berkaitan dengan aspek kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana prasarana kesehatan, anggaran, jaring pengaman sosial, hingga keamanan.

Hanya saja, Ahyar belum berpikir untuk mengambil langkah PSBB. ”Berat kalau kita mau seperti itu,” ujarnya.

Wali kota dua periode ini lebih percaya dengan program penanganan Covid-19 berbasis lingkungan alias PCBL. Meski tren peningkatan kasus positif virus Korona di Kota Mataram terus merangkak naik.

Ahyar mengatakan, target pemerintah sangat jelas. Memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Upaya tersebut tentu tidak bisa dilakukan pemkot sendiri. Masyarakat harus juga mengambil peran untuk melawan virus Korona.

”Kalau tidak ada dukungan dari masyarakat, tidak bisa. Makanya kita terus imbau agar masyarakat ikut berperan di lingkungan masing-masing,” tutur Ahyar.

Penanganan Covid-19 di Kota Mataram masih belum maksimal. Terutama dari sisi penerapan social dan physical distancing. Kata Ahyar, kesadaran masyarakat masih rendah.

Imbauan dan edaran pemerintah sudah diberikan. Menjadi pedoman apa-apa saja yang harus dilakukan selama masa pandemi. Apa yang menjadi kebijakan pemerintah, tentunya telah melalui kajian secara komprehensif.

Misalnya, terkait meniadakan salat Jumat di masjid dan menggantinya dengan salat Duhur di rumah masing-masing. Begitu juga dengan salat Tarawih, masyarakat diminta melaksanakan di rumah.

Ahyar melanjutkan, ia khawatir masyarakat menganggap remeh virus Korona. Hingga mengabaikan apa yang telah diimbau pemerintah. ”Jangan dipandang remeh,” ucapnya.

Meski belum melakukan langkah ekstrim, semisal dengan penerapan PSBB, wali kota dua periode ini tetap percaya PCBL bisa menjadi jalan keluar. Agar Kota Mataram bebas dari virus Korona.

”Kita maksimalkan dulu lewat PCBL ini,” tandas Ahyar.

Terpisah, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, pihaknya akan memperketat penanganan Covid-19 dengan melibatkan masyarakat. “Setiap lingkungan harus aktif mencegah penularan Korona,” tegasnya.

Menurut Mahfuddin, Ketua RT, kader posyandu, babinsa, kepala lingkungan, dan lurah harus berperan aktif. Sementara pemkot sendiri akan menyiapkan handsanitizer, disinfektan, thermal gun, masker, buku pedoman, tempat cuci tangan. Serta pembuatan spanduk pencegahan Covid-19.

“Kita juga minta ujung tombak di lingkungan memberikan edukasi kepada warga terkait pencegahan Korona,” terangnya.

Mahfuddin mengatakan, setiap lingkungan akan memiliki pos jaga. Guna mengawasi orang yang datang. Entah itu dari luar daerah maupun di dalam lingkungan itu sendiri.

Dengan PCBL ini maka 325 lingkungan di Kota Mataram memiliki data dalam penanganan Covid-19. Mana lingkungan yang masuk zona merah dan kuning, nanti akan memiliki laporan.

“Kalau PSBB, tampaknya berat. Perlu diketahui, bahwa PSBB itu tidak boleh ada aktivitas masyarakat,” terangnya.

Sementara Asisten II Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, PCBL dilakukan guna mencegah penyebaran Korona mulai dari lingkungan. Pemkot akan memberikan kebutuhan guna mencegah Covid-19 di setiap lingkungan. “Warga yang keluar masuk akan dicek di pos di masing-masing lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, rencana aksi PCBL sudah sangat jelas. Melibatkan masyarakat untuk mempercepatan penanganan Covid-19.

”Upaya terus kita lakukan, termasuk mengajak partisipasi masyarakat,” kata Suwandiasa. (dit/jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks