alexametrics
Jumat, 14 Mei 2021
Jumat, 14 Mei 2021

Tak Patuh Prokes, Pusat Perbelanjaan Akan Ditutup Paksa

MATARAM-Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mataram mengancam para pengusaha yang tidak patuh protokol kesehatan (Prokes). “Kita akan tutup paksa jika pelaku usaha mengabaikan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin.

Dia mengatakan, untuk mengawasi penerapan prokes di pusat perbelanjaan, pihaknya juga akan membuat posko pengawasan H-3 Idul Fitri 1442 Hijriah. “Ada petugas nanti mengawasi para pengunjung di pusat perbelanjaan,” imbuh Nyoman, sapaan karibnya.

Pemerintah tidak ingin para pengusaha melanggar Prokes. Mengingat para pengusaha diberikan keleluasaan untuk mencari keuntungan jelang lebaran. “Kalau ini dilanggar, sekali lagi bisa kita tutup paksa,” tegas dia.

Menurut Nyoman, pemkot juga sudah memberikan surat edaran wali kota untuk peningkatan disiplin prokes kepada pelaku usaha. Dia tidak ingin ada kerumunan di pusat perbelanjaan  yang berpotensi terjadinya  penularan Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut kata dia, seluruh pengelola pusat perdagangan, khususnya toko-toko fashion diminta secara ketat menerapkan prokes dengan menerapkan gerakan 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Tak hanya itu, pelaku usaha juga diminta melengkapi perlengkapan standar yang dibutuhkan dalam pelaksanaan prokes.

“Para pengusaha diminta memutar imbauan wali kota Mataram melalui audio yang telah di share kepada semua khalayak untuk diputar terus-menerus di tempat usaha masing-masing,” kata dia.

Dia mengutarakan, pihaknya juga akan melakukan patroli bersama TNI dan Polri untuk mengawasi pusat perbelanjaan, terutama toko fashion untuk melihat penerapan prokes.  Jika ada yang melanggar pihaknya tidak segan-segan akan menutup paksa. “Ini sudah kita lakukan tahun lalu,” terang dia.

Sementara Kasi Operasional dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram I Made Agus Jewe menegaskan, surat edaran yang diberikan kepada pelaku usaha harus dijalankan secara utuh. “Pengunjung juga harus dibatasi. Paling banyak 50 persen dari kapasitas daya tampung,” tegas dia. (jay/ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks