alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pasien asal Dasan Agung Dimakamkan Seperti Biasa Ternyata Positif Korona

MATARAM-Gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram kecolongan. Pasien meninggal dunia asal Kelurahan Dasan Agung, yang hasil swabnya positif, dimakamkan tanpa protokol Covid-19. ”Iya benar dari warga sini,” kata Lurah Dasan Agung Hambali, Kamis (4/6).

Hasil swab terhadap almarhum keluar tiga hari setelah jenazah dimakamkan. Hambali membenarkan jika proses pemakaman dilakukan tanpa menggunakan protokol covid.

Pasien yang meninggal dunia berinisial S, 65 tahun.Berdasarkan penuturan keluarga, Hambali menyebut almarhum memiliki riwayat penyakit diabetes. Sering keluar masuk rumah sakit. Terakhir, S diketahui meninggal dunia saat dirawat di RS Bhayangkara.

”Pas sakit kemarin, ada kekhawatiran dirawat di RS Kota dan Provinsi. Karena dua RS itu tangani covid. Jadi tidak berani mereka ke sana, akhirnya di bawa ke (RS) Bhayangkara,” tutur Hambali.

Mengenai hasil positif covid terhadap S, Hambali mengatakan sudah melaporkan ke puskesmas Dasan Agung dan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram. Proses pelacakan juga telah dilakukan.

Namun, ia telah meminta tenaga kesehatan tidak turun dalam jumlah banyak ke lingkungan. Khawatir terjadi kehebohan di masyarakat seperti kasus-kasus sebelumnya. ”Supaya masyarakat juga jangan resah,” katanya.

Pihak kelurahan kemudian meminta kepala lingkungan untuk melakukan pendataan. Siapa-siapa saja warga yang ikut melayat, memandikan, dan mengkafani jenazah. Untuk proaktif mendatangi puskesmas. Guna dilakukan rapid tes maupun swab.

”Sudah ada yang datang sendiri ke puskesmas. Warga yang lain juga sudah diminta untuk proaktif,” tutur Hambali.

Selama masa pandemi Covid, ada protokol khusus untuk pemakaman jenazah. Mereka yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) tetap dimakamkan dengan protokol seperti pasien positif.

Pemakaman dilakukan petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Dan, dihadiri hanya sedikit orang. Untuk menghindari kerumunan. Tapi, protokol ini tidak dilakukan untuk almarhum S.

Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa membenarkan protokol pemakaman PDP selama pandemi. ”Kalau berbicara SOP, memang seperti itu ketentuannya,” kata Suwandiasa.

Soal peristiwa almarhum S, Suwandiasa menolak jika gugus tugas dikatakan kecolongan. Katanya, langkah-langkah telah dilakukan secara optimal. Tentu ada persoalan yang membuat missing dalam peristiwa pemakaman S. Yang nantinya akan menjadi evaluasi dari gugus tugas.

”Di mana letak missnya, tentu jadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Peristiwa pemakaman S kontradiktif dengan almarhum JA. Juga asal Dasan Agung. Sama-sama menyandang status PDP ketika meninggal dunia dan hasil swab baru keluar beberapa hari setelah dimakamkan. Hanya saja, JA dimakamkan dengan protokol covid.

Ketika meninggal dunia, JA sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Mataram. Sementara S, bukan di RSUD Kota Mataram.

Disinggung mengenai kesulitan gugus tugas melakukan kontrol terhadap PDP di luar rumah sakit pemerintah, Suwandiasa membantahnya. Kata dia, sebenarnya tidak ada hambatan koordinasi maupun komunikasi. Hanya saja, untuk kasus S ada dinamika di lapangan yang membuat pemakamannya dilakukan tanpa protokol.

Ia berusaha meyakinkan bahwa gugus tugas selalu bekerja sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Yang selama ini bisa dibuktikan di lapangan. ”Yang pasti, persoalan tersebut tetap menjadi bahan evaluasi bersama,” kata Suwandiasa. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks