alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Ganggu Ketertiban, Lapak Pedagang di Jalan Baru Tohpati Harus Dibongkar

MATARAM-Para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Baru Tohpati diminta membongkar lapak dagangannya. Itu karena lapak-lapak PKL yang ada, kerap disalahgunakan para remaja.

“Untuk tahap awal sifatnya pemberitahuan kepada para pemilik lapak agar dalam waktu seminggu ke depan kami minta mereka membongkar sendiri lapaknya,” kata Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi saat turun bersama anggotanya memberikan peringatan kepada para PKL, Kamis (4/8).

Dia menjelaskan, keberadaan lapak PKL ini juga melanggar peraturan daerah (Perda) karena menggunakan sempadan jalan untuk berjualan. Kemudian lokasi PKL di JBT kerap menjadi lokasi  kumpul anak muda remaja sekolah menengah atas (SMA). Ini yang kemudian menimbulkan potensi tawuran antar-pelajar hingga balap liar seperti yang kerap terjadi beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

“Sehingga kami putuskan dan imbau lapak pedagang Jalan Baru Tohpati untuk membongkar lapak secara mandiri. Kalau seminggu tidak dibongkar maka akan dibongkar paksa,” tegasnya.

Selain rentan menjadi lokasi tawuran dan balap liar, temuan Satpol PP Kota Mataram lapak PKL ini juga kerap dijadikan lokasi mabuk para pemuda di malam hari. Termasuk tempat pacaran pasangan yang suka dengan suasana ‘gelap’.

“Dari laporan masyarakat ini sangat meresahkan. Makanya kami minta agar dibongkar. Silakan berjualan dimana saja sepanjang tidak mengganggu Kamtibmas dan tidak melanggar aturan,” terang Irwan.

Camat Sandubaya Henny Suyasih juga mengakui persoalan yang kini butuh perhatian serius di wilayahnya adalah masalah balap liar di JBT. Terlebih persoalan ini telah menimbulkan korban jiwa. Salah satu Linmas meninggal dunia ketika petugas sedang melakukan aksi pembubaran balap liar.

Baca Juga :  Bantuan JPS Covid-19 Sempat Dikeluhkan Warga

“Makanya kami sudah mengajukan ke Dinas Perhubungan Kota Mataram agar dibangun polisi tidur atau pita penggaduh agar jalan tersebut tidak bisa dijadikan lokasi balap liar. Kami Juga berharap bisa dibantu anggota dewan dari dana aspirasinya,” ungkap camat.

Ini sebagai salah satu solusi jangka panjang agar jalan tersebut tidak lagi menjadi lokasi balap liar para pemuda yang berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya dari wilayah Sandubaya atau Kota Mataram. “Kalau tidak dibangun pita penggaduh, kami selama ini menerjunkan petugas patroli. Tetapi ketika petugas sudah pergi, mereka akan kumpul lagi di sana,” tandasnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/