alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

MATARAM-Moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah tidak mempan. Buktinya, banyak buruh migran asal NTB diselundupkan ke sana. ”Laporan TKI yang melapor ke kami, mereka diberangkatkan bersama ratusan orang,” ungkap Ketua Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Lombok Timur Roma Hidayat, pada Lombok Post, kemarin (4/12).

                Salah satu kasus yang ditangani ADBMI saat ini adalah Sriwati, buruh migran asal Pringgasela, Lombok Timur. Dia dikirim ke Abu Dhabi secara ilegal. Kini dia meminta pulang karena baru menyadari keberadaannya ilegal. ”Suaminya sudah mencegah, tapi calo terus merayu,” tutur Roma.

                               Selama bekerja Sriwati mendapat gaji tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Harusnya dia mendapatkan Rp 5 juta per bulan, tetapi hanya dikasi Rp 2 juta. ”Karena terus minta pulang dia dipukul majikan dan dikembalikan ke agen,” katanya.

                Bukannya dipulangkan, oleh agen, dia kembali dikirim ke Irak. ”Kini dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah yang terletak di wilayah Suriah, dekat Kota Latakia.

Menurut Roma, Sriwati belum masuk kriteria korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kriteria TPPO dilihat dari tiga aspek yakni proses, cara, dan tujuannya. ”Aspek tujuannya, kita temukan unsur eksploitasi,” katanya.

Meski demikian, kasus itu menunjukkan kebijakan pemerintah dan segala undang-undang yang dibuat tidak efektif. ”Ada yang salah dalam pelaksanaan undang-undang yang kita buat,” katanya.

Dia menduga ada keterlibatan oknum-oknum di lembaga pemerintahan. ”Ada masalah dengan kinerja negara kita,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB HM Agus Patria mengakui, penyelundupan TKI ke Timur Tengah masih terjadi. ”Yang bekerja ini mafia, dia berusaha masuk ke samua lembaga,” kata Agus.

Jaringan mafia buruh migran sudah memperhitungkan biaya yang harus mereka keluarkan dan risiko hukumnya. ”Mereka sudah antisipasi semua,” katanya.

Meski demikian, untuk melacak mereka tidak mudah. Polda NTB menurutnya sudah banyak menangkap pelaku. ”Tapi mereka punya banyak jaringan, muncul terus,” ungkapnya.

Baginya, upaya yang bisa dilakukan pemerintah hanya dengan mencegah TKI berangkat secara ilegal. ”Dimulai dari desa, kita cegah warga kita berangkat secara non prosedural,” tandasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks